IHSG Longsor, Purbaya Minta Investor Tak Panik: Fundamental Ekonomi Masih Kuat

Ade Rosman
4 Juni 2026, 05:10
IHSG
Katadata/Fauza Syahputra
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri pembukaan perdagangan saham tahun 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta pelaku pasar tidak panik berkaitan dengan longsornya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Purbaya menyatakan kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih solid.

Bendahara negara ini menilai, penurunan IHSG saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor jangka pendek dan sentimen pasar dibandingkan memburuknya kondisi ekonomi nasional.

"Jangan takut, fundamental ekonomi bagus. Ini mungkin ada short (selling), ketakutan orang jangka pendek saja. Fondasi ekonomi bagus, tidak ada masalah," kata Purbaya, ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6).

Purbaya menilai sejumlah indikator ekonomi domestik masih menunjukkan kinerja yang kuat. Salah satunya terlihat dari penerimaan pajak pada Mei yang masih tumbuh baik. Selain itu, aktivitas ekonomi masyarakat juga dinilai tetap bergairah.

"Penerimaan pajak di Mei masih kencang. Di mana-mana ramai, tempat hiburan, hotel, di jalan. Jakarta juga ramai," kata dia.

Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini mengatakan, kuatnya permintaan domestik dan daya beli masyarakat menjadi faktor utama yang akan menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

"Domestic demand masih kuat, daya beli masyarakat masih cukup kuat. Itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita. Jadi tidak usah takut kita akan jeblok," katanya.

Ketika ditanya mengenai prospek IHSG ke depan, Purbaya mengaku optimistis indeks saham domestik akan kembali menguat seiring terjaganya fundamental ekonomi.

"Saya yakin akan naik lagi karena fondasi ekonomi bagus," kata dia.

Meski demikian, ia enggan memberikan proyeksi level IHSG yang dapat dicapai dalam waktu dekat. Menurutnya, fokus pemerintah saat ini bukan hanya menjaga fundamental ekonomi, tetapi juga memperhatikan sentimen pasar agar kepercayaan investor tetap terjaga.

"Saya bilang tidak usah takut. Kita akan pastikan semuanya lebih baik, termasuk menjaga sentimen pasar," kata Purbaya.

Adapun, IHSG ditutup rontok 4,11% atau 254,36 poin ke Rp 5.941 pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (3/6). Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) hingga PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyentuh auto reject bawah (ARB) hingga menjadi top loser pada perdagangan hari ini. 

Saham TPIA anjlok 15% ke Rp 1.615 dan AMMN jeblok 14,91% ke Rp 3.310. Kemudian saham PT Petrosea Tbk (PTRO) rontok 14,37% ke Rp 4.110, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) ambles 14,17% ke Rp 109 serta PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) merosot 13,19% ke Rp 1.020. 

Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi perdagangan sepanjang hari ini mencapai 39,95 miliar saham dan frekuensi sebanyak 25,20 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 10.478 triliun dengan total nilai transaksi sebesar Rp 25,20 triliun.

Sebanyak 69 saham menguat, 692 saham terkoreksi dan 54 saham tidak bergerak. Seluruh sektor yang ada di BEI ditutup di zona merah. Jika dilihat secara sektoral, saham-saham di kelompok industri dasar anjlok paling dalam, yakni turun 9,05% secara sektoral. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...