Emiten Grup Djarum RANC Kejar Pertumbuhan Pendapatan 10% saat Pelemahan Rupiah

Karunia Putri
4 Juni 2026, 07:49
Emiten
ranchmarket99id / Instagram
Karyawan menata produk pertanian di etalase berpendingin di salah satu gerai Ranch Market.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten ritel milik Grup Djarum, PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC), menargetkan pertumbuhan pendapatan dua digit sekitar 10% pada Tahun Buku 2026. Meski diperkirakan masih membukukan rugi tahun ini, perseroan optimistis rugi akan menyusut seiring berbagai upaya efisiensi dan optimalisasi operasional.

Direktur RANC Hady Purnama mengatakan, perseroan menargetkan pendapatan mencapai Rp 3,39 triliun pada 2026. Proyeksi tersebut meningkat dibandingkan realisasi pendapatan bersih 2025 yang sebesar Rp 2,91 triliun.

"Memasuki 2026, perseroan melangkah dengan optimisme yang terukur. Strategi bisnis akan difokuskan pada penguatan kualitas layanan, ketersediaan produk, dan pengalaman berbelanja pelanggan yang didukung program pemasaran serta promosi yang efektif," ujar Hady dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (3/6).

Pada 2025, RANC membukukan rugi bersih sebesar Rp 53,08 miliar. Kinerja tersebut berbalik dari laba bersih Rp 27,38 miliar pada 2024. Menurut Hady, perubahan kinerja tersebut terjadi karena pada 2024 perseroan memperoleh keuntungan satu kali (one off gain) dari divestasi saham entitas asosiasi.

Tanpa adanya pendapatan yang tak berulang tersebut, kinerja operasional perusahaan yang mengoperasikan supermarket premium merek Ranch Market dan Farmers Market itu relatif tetap terjaga.

Untuk mendukung ekspansi bisnis, RANC mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 130 miliar pada 2026.

Dana tersebut akan digunakan untuk pembukaan gerai baru, renovasi gerai yang sudah beroperasi, peremajaan peralatan serta peningkatan sistem teknologi informasi (IT).

Pada tahun ini, perseroan menargetkan membuka empat gerai baru. Tiga gerai telah beroperasi pada kuartal pertama 2026, sementara satu gerai tambahan dijadwalkan dibuka pada Juni di Jakarta.

Sementara itu, sepanjang 2025, RANC menutup tiga gerai yang dinilai tidak memberikan kontribusi optimal. Hingga saat ini, perusahaan mengoperasikan 57 gerai yang tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Makassar, hingga Ambon.

Tadah Berkah di Pelemahan Rupiah

RANC juga mencermati sejumlah tantangan eksternal yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat, seperti ketidakpastian geopolitik global, kenaikan harga barang hingga suku bunga yang masih tinggi.

Walaupun begitu, Direktur RANC Elsa Dian Tiffani menilai pelemahan nilai tukar rupiah tidak sepenuhnya menjadi sentimen negatif bagi bisnis Farmers Market.

Menurut Elsa, segmen pelanggan Farmers Market yang mayoritas berasal dari kalangan menengah hingga atas membuat daya beli konsumen relatif lebih terjaga dibandingkan segmen lainnya.

"Konsumen tentu akan lebih selektif dalam berbelanja. Karena itu kami akan mengimbanginya dengan berbagai aktivitas dan program promosi yang menarik agar pelanggan tetap berbelanja sesuai kebutuhan dan kondisi ekonomi," ujar Elsa.

Dia bahkan melihat pelemahan rupiah dapat mendorong masyarakat lebih banyak mengonsumsi makanan di rumah dibandingkan makan di luar.

"Kami berharap masyarakat lebih banyak makan dan memasak di rumah, sehingga berbelanja kebutuhan sehari-hari di Farmers Market," katanya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...