Wall Street Ditutup Bervariasi, Saham AI dan Chip Mulai Kehabisan Tenaga

Nur Hana Putri Nabila
5 Juni 2026, 06:27
Wall Street
xPACIFICA/Getty Image
Pemandangan umum pasar saham NYSE atau Wall Street di AS.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bursa Wall Street di AS ditutup bervariasi pada Kamis (5/6). Indeks Dow Jones mencetak rekor tertinggi baru di tengah rotasi investor dari saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI) ke saham-saham sektor defensif dan nonteknologi.

Dow Jones Industrial Average melonjak 874,86 poin atau 1,73% ke level penutupan tertinggi sepanjang masa di 51.561,93. Sementara itu, indeks S&P 500 naik 0,41% menjadi 7.584,31. Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi justru turun tipis 0,09% ke 26.830,96.

Kenaikan Dow Jones ditopang oleh lonjakan saham sektor kesehatan, keuangan, dan konsumsi. Saham UnitedHealth Group memimpin kenaikan dengan menguat lebih dari 5%, disusul JPMorgan Chase yang naik 3% dan Walmart yang bertambah hampir 1%. Di luar anggota Dow, saham Costco Wholesale naik sekitar 1%, sedangkan Eli Lilly and Company melonjak lebih dari 4%.

Di sisi lain, saham semikonduktor dan AI babak belur setelah Broadcom anjlok lebih dari 12%. Pelemahan tersebut dipicu laporan pendapatan kuartal II fiskal yang dinilai tidak memenuhi ekspektasi pasar.

Aksi jual juga menjalar ke saham chip lainnya. ETF VanEck Semiconductor ETF (SMH) turun lebih dari 1%, sementara saham Arm Holdings melemah lebih dari 4% dan Micron Technology terkoreksi hampir 8%.

Kepala Investasi Montis Financial, Dennis Follmer mengatakan, investasi kecerdasan buatan (AI) masih tetap kuat setelah musim laporan keuangan solid. Namun, reli saham-saham AI mulai kehilangan momentum usai melonjak selama lebih dari dua bulan terakhir.

Menurutnya, ketidakpastian yang masih berlangsung di Selat Hormuz berpotensi menahan laju pasar dalam jangka pendek. Follmer menilai tidak menutup kemungkinan pasar saham mengalami jeda konsolidasi seiring investor mencerna risiko geopolitik tersebut dan merealisasikan keuntungan setelah tren penguatan yang panjang.

“Pergerakan pada Kamis menunjukkan awal dari rotasi dan juga mengingatkan tidak semua saham AI sama, ada ekspektasi yang berbeda-beda tertanam dalam setiap saham,” kata Follmer dikutip CNBC International, Jumat (5/6).

Sentimen pasar juga tertekan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah kedua negara saling melancarkan aksi militer dalam beberapa hari terakhir.

Selain itu Iran dilaporkan menyerang Bandara Internasional Kuwait pada Rabu dini hari. Sehari sebelumnya, Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan telah mencegat sejumlah rudal balistik dan drone Iran serta melakukan serangan yang disebut sebagai tindakan pertahanan diri di Pulau Qeshm, Teluk Persia. Menurut militer AS, langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas dugaan upaya serangan yang dilakukan Teheran.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...