Bank OCBC (NISP) Caplok 20% Saham Perusahaan Asuransi GE Life Indonesia
PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) berencana mengakuisisi 20% saham perusahaan asuransi jiwa PT Great Eastern (GE) Life Indonesia dari induknya, yaitu The Great Eastern Life Assurance Company Limited. Nilai transaksi tersebut mencapai Rp 201,98 miliar.
“Sumber dana untuk rencana transaksi tersebut berasal dari dana internal perseroan,” ungkap Presiden Direktur NISP, Parwati Surjaudaja, dalam keterangan resmi yang dikutip pada Selasa (9/6).
Parwati mengatakan, perseroan dan GE Life telah menandatangani perjanjian jual beli saham pada 8 Juni 2026. Melalui transaksi tersebut, OCBC NISP akan membeli 20% saham GE Life Indonesia, termasuk satu lembar saham preferen yang memberikan hak pengendalian atas perusahaan asuransi tersebut.
Dia menjelaskan, akuisisi itu dilakukan sebagai bagian dari pembentukan konglomerasi keuangan OCBC Group di Indonesia. Dalam struktur tersebut, OCBC NISP akan bertindak sebagai perusahaan induk konglomerasi keuangan operasional (PIKK), sedangkan GE Life Indonesia menjadi salah satu anggota konglomerasi keuangan tersebut.
Meski transaksi tersebut dikecualikan dari ketentuan pasar modal berdasarkan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pembentukan PIKK dan konglomerasi keuangan, OCBC NISP tetap menunjuk penilai independen untuk menilai kewajaran transaksi.
Langkah tersebut, menurut perseroan, merupakan bagian dari penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).
Dengan rampungnya transaksi ini, OCBC NISP akan menjadi pemegang saham pengendali GE Life Indonesia dan memperkuat integrasi bisnis perbankan serta asuransi di bawah OCBC Group di Tanah Air.
Akuisisi Bisnis Wealth HSBC dengan Aset Kelolaan Rp 89,8 Triliun
Rencana akuisisi GE Life Indonesia menambah daftar aksi korporasi yang tengah dijalankan OCBC NISP. Sebelumnya, bank tersebut juga mengumumkan akuisisi aset dan liabilitas bisnis ritel serta wealth management milik PT Bank HSBC Indonesia.
Transaksi yang ditargetkan rampung pada kuartal II 2027 itu mencakup pengalihan aset kelolaan atau assets under management (AUM) senilai Rp 89,8 triliun.
Nilai tersebut terdiri atas investasi nasabah pada produk obligasi, reksa dana, dan asuransi sebesar Rp 58,2 triliun, serta simpanan nasabah senilai Rp 31,6 triliun. HSBC Indonesia juga akan mengalihkan portofolio kredit ritel senilai Rp 3,6 triliun sebagai bagian dari kesepakatan.
Parwati mengatakan, akuisisi bisnis International Wealth and Premier Banking (IWPB) HSBC Indonesia menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi OCBC NISP di segmen pengelolaan kekayaan atau wealth management.
Menurut dia, bisnis tersebut memiliki basis nasabah yang kuat dan menawarkan solusi pengelolaan kekayaan yang komprehensif.
"OCBC Group menggabungkan kapabilitas dan keahlian dari Bank of Singapore dan Great Eastern untuk menghadirkan layanan perbankan, investasi, dan asuransi yang terintegrasi," ujar Parwati.
Saat ini, unit IWPB HSBC Indonesia melayani lebih dari 336.000 nasabah melalui 262 jaringan cabang di Indonesia. Dengan akuisisi tersebut, OCBC NISP berharap dapat memperluas pangsa pasar sekaligus memperkuat ekosistem layanan keuangan terintegrasi bagi nasabah kelas menengah atas dan affluent.
