Net Sell Asing Capai Rp 5,57 Triliun saat IHSG Menguat, Kenapa?

Ahmad Islamy
11 Juni 2026, 11:15
IHSG
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.
Karyawan melintas di depan layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (1/2/2023).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat signifikan pada perdagangan Rabu (10/6) kemarin. Akan tetapi, tekanan jual investor asing masih berlanjut di pasar saham domestik.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menguat 155,73 poin atau 2,71% dan parkir di level 5.902,38 pada penutupan perdagangan kemarin. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 5.677,97 hingga 5.942,94.

Aktivitas transaksi juga terbilang ramai. Total volume perdagangan saham mencapai 42,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 31,69 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 3,03 juta kali. Kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp 10.345 triliun, sedangkan kapitalisasi pasar free float IHSG mencapai Rp 2.633 triliun.

Di tengah penguatan indeks, investor asing masih membukukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 3,13 triliun pada perdagangan kemarin. Secara tahun berjalan atau year to date (ytd), akumulasi net sell asing telah mencapai Rp 67,38 triliun.

Sehari sebelumnya, asing juga melakukan aksi net sell dalam jumlah besar, yaitu Rp 2,44 triliun. Padahal, pada Selasa (9/6) itu, IHSG ditutup menguat hingga 7,57%.

Dari sisi fundamental pasar, price to earnings ratio (PER) IHSG kemarin berada di level 11,87 kali dengan price to book value (PBV) sebesar 1,57 kali.

Penguatan indeks didukung oleh dominasi saham-saham berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi kontributor terbesar kenaikan IHSG dengan sumbangan 46,84 poin indeks setelah sahamnya melonjak 9,71%.

Kontributor utama lainnya berasal dari saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang menyumbang 19,84 poin, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar 14,11 poin, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 13,30 poin, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang memberikan kontribusi 10,14 poin terhadap penguatan indeks.

Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 434 saham menguat, 166 saham melemah, 203 saham stagnan. Secara kapitalisasi pasar, saham-saham yang menguat merepresentasikan 56% kapitalisasi pasar BEI.

Berdasarkan nilai transaksi, saham BBCA menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp 5,17 triliun atau sekitar 16,31% dari total transaksi bursa. Posisi berikutnya ditempati saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp 3,30 triliun dan BBRI sebesar Rp 2,06 triliun.

Sementara itu, dari sisi volume perdagangan, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin dengan transaksi mencapai 7,44 miliar saham, disusul PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) sebanyak 2,49 miliar saham dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebanyak 2,16 miliar saham.

Di kelompok saham penggerak indeks, BBCA, TLKM, BBRI, BMRI, dan DSSA menjadi lima penyumbang terbesar kenaikan IHSG kemarin. Sebaliknya, saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), TPIA, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi pemberat utama pergerakan indeks.

Untuk pergerakan harga saham, PT Multitrend Indo Tbk (BABY) memimpin daftar top gainers setelah melonjak 35%, diikuti PT First Media Tbk (KBLV) yang naik 34,85% dan PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) yang menguat 34,59%.

Di sisi lain, saham PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) menjadi top loser dengan penurunan 14,69%, disusul PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) yang turun 12,20% dan PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) yang melemah 12,09%.

Meski berhasil rebound kuat pada perdagangan kemarin, kinerja IHSG secara tahun berjalan masih berada di zona negatif dengan koreksi 31,74%. Bahkan, akumulasi net sell asing sepanjang 2026 telah mencapai Rp 67,38 triliun untuk seluruh pasar. Hal ini mencerminkan masih tingginya tekanan terhadap pasar saham Indonesia sepanjang tahun ini.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...