IHSG Naik 5% dan Net Buy Asing Rp 257,8 M, Danantara: Saham BUMN Jadi Penggerak

Karunia Putri
15 Juni 2026, 15:09
IHSG
twitter.com/donyoskaria
Kepala Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dony Oskaria.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, Senin (15/6). Pada sesi pertama, IHSG ditutup melesat 5,03% atau 302,08 poin ke Rp 6.309. Ketika perdagangan kedua dibuka, IHSG terpantau masih sempat melanjutkan penguatan 5,41% ke Rp 6.332.

Kepala Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dony Oskaria mengatakan, kenaikan IHSG terjadi karena motor penggerak indeks berasal dari jajaran saham perbankan BUMN (Himbara). Dony menyebut perusahaan-perusahaan pelat merah kini sedang berada pada performa puncaknya. 

“Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap pasar modal kita. Kinerja IHSG yang menguat cukup signifikan, termasuk penguatan rupiah, menjadi cerminan nyata bahwa BUMN kita saat ini berada dalam posisi terbaiknya,” ujar Dony dikutip dari keterangan resminya, Senin (15/6).

Menurut Dony, meskipun pasar kerap dipengaruhi berbagai sentimen jangka pendek, investor pada akhirnya akan menilai berdasarkan fundamental dan kinerja perusahaan. Ia menilai BUMN saat ini berada dalam kondisi yang lebih sehat, efisien, dan menguntungkan dibandingkan dengan sebelumnya.

Dia menyatakan, pencapaian positif di berbagai sektor strategis menjadi modal penting bagi BUMN untuk terus menciptakan nilai tambah sekaligus memberikan imbal hasil yang menarik bagi investor. 

“Teman-Teman bisa melihat sendiri laporannya. Baik di sektor perbankan, tambang, infrastruktur, maupun perusahaan BUMN lainnya, semuanya mencatatkan rapor yang sangat memuaskan. Ini adalah bukti bahwa BUMN kita betul-betul berada di posisi terbaiknya untuk terus melesat ke depan,” ujar Dony.

Berdasarkan data perdagangan sesi I,  PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 5% ke Rp 4.410, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tumbuh 4,21% ke Rp 2.970, serta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) bertambah 6,18% ke Rp 3.780.

Selain dominasi Himbara, saham BUMN dari sektor pertambangan juga menguat. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) meloncat 12,98% ke Rp 3.220 dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 2,29% ke Rp 2.680. Sementara itu, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tumbuh 3,15% ke Rp 2.950 dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) melesat 6,33% ke Rp 168.

Asing Net Buy Rp 257,80 Miliar

Seiring reli pasar, investor asing kembali mencatatkan pembelian bersih atau net buy sebesar Rp 257,8 miliar pada sesi pertama perdagangan hari ini.

Saham yang paling banyak diborong investor asing hingga jeda makan siang tadi adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai pembelian bersih Rp285,93 miliar. Diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 257,56 miliar dan BMRI sebesar Rp 245,39 miliar.

Selain itu, investor asing juga mencatatkan pembelian bersih pada saham ANTM sebesar Rp 121,12 miliar dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) senilai Rp42,39 miliar.

Berikut daftar 10 saham yang ramai dibeli investor asing sepanjang sesi I perdagangan hari ini:

  1. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), Rp 285,93 miliar
  2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Rp 257,56 miliar
  3. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Rp 245,39 miliar
  4. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), Rp 121,12 miliar
  5. PT Barito Pacific Tbk (BRPT), Rp 42,38 miliar
  6. PT Timah Tbk (TINS), Rp 37,58 miliar
  7. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), Rp 34,28 miliar
  8. PT Petrosea Tbk (PTRO), Rp 21,18 miliar
  9. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), Rp 16,45 miliar
  10. PT Merdeka Copper Gold Tbk 9MDKA), Rp 15,28 miliar.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...