Rumah Sakit JEC (JECX) Segera IPO, Tawarkan Harga Rp 1.200-1.400 per Saham
Emiten sektor kesehatan PT Nitrasanata Dharma Tbk bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Perseroan dijadwalkan mencatatkan saham dengan kode JECX pada 7 Juli 2026.
Merujuk prospektus IPO, perseroan menawarkan sebanyak 487,98 juta saham atau setara 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Jumlah tersebut terdiri atas 325,32 juta saham baru yang diterbitkan perseroan atau setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Selain itu, terdapat 162,66 juta saham divestasi milik pemegang saham penjual Waldensius Girsang, yang mewakili 5% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.
Dalam penawaran perdana ini, JECX mematok harga IPO dalam rentang Rp 1.200-Rp 1.400 per saham. Masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 22-24 Juni 2026.
Jika seluruh saham terserap, perseroan berpotensi meraih dana hingga Rp 683,17 miliar. Nilai tersebut terdiri atas Rp 455,45 miliar dari penerbitan saham baru dan Rp 227,72 miliar dari penjualan saham divestasi.
Perseroan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam aksi korporasi tersebut.
JECX adalah perusahaan induk yang mengelola jaringan layanan kesehatan mata JEC Eye Hospitals & Clinics. Rumah sakit ini menjadi salah satu penyedia layanan kesehatan mata terbesar di Indonesia.
Perusahaan ini berdiri pada 1 Februari 1984 dengan nama Klinik Mata Jakarta (KMJ). Seiring perkembangan layanan, perusahaan berganti nama menjadi Jakarta Eye Center (JEC) pada 1993 dan berkembang menjadi rumah sakit khusus mata yang didukung teknologi medis modern.
Untuk memperluas jangkauan layanan, JEC terus melakukan ekspansi. Pada 2012, perusahaan membangun gedung rumah sakit berkonsep "hospitel" dan green building di Kedoya, Jakarta Barat. Selanjutnya, sejak 2015 perseroan memperluas jaringan melalui pembukaan klinik dan rumah sakit baru serta melakukan merger, akuisisi dan kemitraan strategis.
Ekspansi tersebut menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali hingga Sulawesi. Melalui strategi tersebut, JEC kini berkembang menjadi jaringan layanan kesehatan mata yang terintegrasi dengan cakupan nasional.
Perseroan memiliki visi untuk meningkatkan kualitas penglihatan dan kualitas hidup masyarakat. Untuk mewujudkannya, JEC berkomitmen memberikan layanan klinis berstandar internasional, menghadirkan pengalaman terbaik bagi pasien, memanfaatkan teknologi medis terkini, serta meningkatkan kompetensi dokter dan tenaga kesehatan melalui riset dan pendidikan.
