Di Balik Rencana IPO RANS, JECX hingga JELI Ada Pos Bayar Utang Jatuh Tempo
Gelombang penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) ramai mewarnai pasar modal Indonesia pada semester pertama 2026. Namun di balik euforia perusahaan berburu dana dari investor publik, seluruh calon emiten justru menjadikan dana IPO sebagai amunisi untuk membayar utang jatuh tempo.
Calon emiten yang saat ini mengantre di e-IPO di antaranya PT Niramas Utama Tbk (JELI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), hingga PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS).
Berdasarkan prospektus perusahaan, emiten yang mau IPO dan duitnya buat dipake mayoritas buat bayar utang yakni PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX). Usai dapat dana segar dari IPO, JECX akan mengalokasikan Rp 40 miliar untuk melakukan pelunasan lebih awal atas sebagian pokok pinjaman kepada Bank Central Asia (BCA).
Selain itu, sebesar Rp 100 miliar akan digunakan untuk mempercepat pembayaran sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank HSBC Indonesia.
Perseroan juga akan menyalurkan pinjaman senilai Rp 100 miliar kepada Orbita, entitas anak yang dikendalikan perseroan. Dana tersebut selanjutnya akan digunakan Orbita untuk membayar sebagian pokok utangnya kepada BCA.
Kemudian dana sebesar Rp 35 miliar akan dipinjamkan kepada JCS, perusahaan terkendali perseroan, yang akan memanfaatkan dana tersebut untuk melunasi sebagian pokok pinjamannya kepada BCA.
Berikut rencana bayar utang sejumlah calon emiten dari hasil IPO:
| No. | Calon Emiten | Kode Ticker | Harga IPO | Perkiraan Incar Dana | Rencana Bayar Utang |
| 1 | PT Niramas Utama Tbk | JELI | Rp 900–1.120 per saham | Rp 392 miliar | Sekitar 10,63% dana IPO akan digunakan untuk membayar sebagian utang pokok fasilitas KMK 1 dan KMK 2 kepada Bank Mandiri, per 31 Maret 2026 memiliki saldo pokok sebesar Rp94 miliar. |
| 2 | PT Prodia Diagnostic Line Tbk | PRDL | Rp 100–120 per saham | Rp 62,74 miliar | Sebanyak Rp35,66 miliar dari dana hasil IPO akan digunakan untuk membayar pokok pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan Panin Bank. |
| 3 | PT Esa Medika Mandiri Tbk | EMMI | Rp 446–515 per saham | Rp 269,27 miliar | Sebanyak Rp 50 miliar untuk membayar sebagian pokok pinjaman kepada Bank Ina Perdana. Pinjaman yang berasal dari fasilitas kredit modal kerja dan kredit investasi tersebut dikenakan bunga efektif 10,5% per tahun, dan jatuh tempo pada Februari 2027. |
| 4 | PT Nitrasanata Dharma Tbk | JECX | Rp 1.200–1.400 per saham | Rp 683,17 miliar |
|
| 5 | PT Bach Multi Global Tbk | BACH | Rp 400–500 per saham | Rp 307,50 miliar | Sekitar Rp 91,02 miliar akan digunakan untuk membayar sebagian utang kepada PT Bank Permata Tbk yang berasal dari fasilitas pinjaman jangka pendek Omnibus Revolving Loan. Fasilitas tersebut ditarik secara bertahap pada periode Januari hingga Maret 2026 dan dikenakan bunga sebesar 6,3%. |
| 6 | PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk | RANS | Rp 135–170 per saham | Rp 429,25 miliar | Sekitar Rp 29,95 miliar atau sekitar 6,98% dari dana hasil IPO akan digunakan untuk melakukan pelunasan dipercepat atas seluruh pokok utang Perseroan kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 8% per tahun. |
Sumber: Prospektus masing-masing perusahaan, diolah penulis Katadata.
Menariknya, dari sejumlah emiten yang mengantre IPO, ada perusahaan milik artis Raffi Ahmad dan Nagia Slavina, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS). Berdasarkan prospektusnya, RANS berencana menawarkan 2,25 miliar saham atau atau setara 20,02% dari modal ditempatkan.
Saham yang ditawarkan di kisaran harga Rp 135–Rp 170 per saham dengan etimasi market cap RANS berada di atas Rp 1 triliun. Apabila seluruh saham terserap, RANS berpotensi mengantongi dana segar hingga Rp 429,25 miliar. Perseroan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Namun, RANS berencana menggunakan dana IPO untuk berbagai kebutuhan strategis perusahaan. Sebagian dana, yakni sekitar 6,98% akan digunakan untuk pelunasan dipercepat pinjaman kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Selain itu, sekitar 18,64% dialokasikan untuk belanja modal pembangunan wahana bermain dan edukasi Cipungland yang menjadi salah satu proyek pengembangan bisnis. Porsi terbesar lainnya, yakni sekitar 37,61%, akan digunakan sebagai modal kerja untuk penyelenggaraan konser yang menghadirkan artis lokal maupun internasional di berbagai kota di Indonesia.
Di sisi lain, sekitar 8,15% dana IPO akan dipakai untuk mendirikan perusahaan patungan bersama PT Feedloop Global Teknologi dalam rangka pengembangan bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI).
Sekitar 19,80% dialokasikan untuk mengakuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina). Adapun sisa dana yang ada akan disetorkan sebagai tambahan modal kepada entitas anak RANS demi mendukung pengembangan usaha sekaligus memperluas jaringan bisnis perusahaan.
