IHSG Sesi I Merosot 2,73%, Mengapa Bursa Saham RI Kehilangan Tenaga?

Nur Hana Putri Nabila
26 Juni 2026, 12:48
Layar digital yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2026). IHSG kembali ditutup melemah dengan nilai koreksi mencapai 4,52% ke level 5.342 Sebanyak 78 saham menguat, 661 saham terkoreksi, dan 78 s
Katadata/Fauza Syahputra
Layar digital yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2026). IHSG kembali ditutup melemah dengan nilai koreksi mencapai 4,52% ke level 5.342 Sebanyak 78 saham menguat, 661 saham terkoreksi, dan 78 saham stagnan.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup merosot hingga 2,73% ke 6.5.835 pada penutupan sesi pertama hari ini, Jumat (26/6). 

 Volume yang diperdagangkan tercatat 11,70 miliar dengan nilai transaksi Rp 6,39 triliun. Sebanyak 91 emiten naik, 593 terkoreksi, dan 123 perusahaan tidak bergerak. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 10.232 triliun.

BRI Danareksa Sekuritas mencermati IHSG yang kembali turun di bawah level psikologis 6.000. Tekanan jual meningkat setelah indeks gagal menembus resistance 6.100, sehingga peluang konsolidasi jangka pendek masih terbuka. Area 5.730–5.850 menjadi support terdekat yang perlu dijaga, sedangkan level 6.000–6.130 menjadi resistance.

Dari sisi sentimen, BRI Danareksa menilai pasar kembali dibayangi meningkatnya risiko geopolitik menyusul laporan serangan terhadap kapal kargo di Selat Hormuz yang berpotensi mengganggu distribusi energi global dan mendorong kenaikan harga energi.

Di Amerika Serikat, Core PCE Mei naik 0,3% secara bulanan dan 3,4% secara tahunan, memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Sementara itu, sentimen terhadap sektor AI membaik setelah Micron membukukan kinerja yang solid.

Dari domestik, rupiah kembali melemah mendekati Rp18.000 per dolar AS, mencerminkan tekanan eksternal yang masih kuat dan berpotensi menahan aliran dana asing ke pasar saham Indonesia.

“Investor juga mulai mencermati parade IPO pada awal Juli, yang berpotensi menyerap sebagian likuiditas pasar dalam jangka pendek,” tulis BRI Danareksa dalam analisisnya, Jumat (26/6). 

Dari sebelas sektor yang ada di BEI, seluruhnya anjlok. Sektor yang mencatat penurunan terbesar yakni industri yang turun 5,31%. Adapun saham di sektor tersebut yang berada di zona merah yakni PT Astra International Tbk (ASII) turun 3,66% ke Rp 4.740.

Bursa saham Asia seluruhnya di zona merah. Indeks Nikkei merosot 4,71%, Shanghai Composite terkoreksi 2,14%, Straits Times terkoreksi 1,10% dan Hang Seng tergelincir 1,87%.

Daftar saham top gainers:

  • PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) naik 3,95% ke Rp 316
  • PT Agro Pantes Tbk (AGRO) naik 3,30% ke Rp 940
  • PT First Media TBK (KLBV) naik 2,02% ke Rp 101 

Daftar saham top losers:

  • PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) turun 11,70% ke Rp 6.225
  • PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) turun 12,84% ke Rp 1.425
  • PT Darma Henwa Tbk (DEWA) turun 7,98% ke Rp 300



add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...