IHSG Diramal Lanjutkan Pelemahan, Saham ANTM, UNVR, hingga ADRO Jadi Rekomendasi
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diramal terkoreksi pada perdagangan saham hari ini, Indeks diperkirakan melanjutkan pele,mahan setelah terkoreksi 1,28% ke level 5.820. padaq Senin (29/6).
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan indeks masih dibayangi tekanan jual dan tetap berada di bawah garis rata-rata pergerakan 20 hari (MA20).
Secara teknikal, posisi IHSG diperkirakan masih berada dalam fase wave (b) dari wave [iv], sehingga indeks dinilai masih berisiko melanjutkan koreksi untuk menguji area support di kisaran 5.723-5.784.
MNC Sekuritas memproyeksikan area support IHSG berada di kisaran 5.784–5.594, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.286–6.459.
“Adapun penguatan IHSG dalam jangka pendek kami perkirakan untuk menguji 5.837–5.845,” tulis Herditya dalam risetnya, Selasa (30/6).
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.
Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) akumulasi beli di rentang Rp 1.485–Rp 1.630 dengan target harga di Rp 1.865–Rp 1.980, sementara level stoploss di bawah Rp 1.455.
Kemudian PT Indika Energy Tbk (INDY) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 1.650–Rp 1.795 dengan target harga di Rp 2.290–Rp 2.690, serta stoploss di bawah Rp 1.560.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas menilai pelaku pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi domestik, mulai dari PMI Manufaktur, inflasi, hingga neraca perdagangan Indonesia sebagai indikator kondisi perekonomian.
Selain itu, rencana penawaran umum perdana saham (IPO) sejumlah emiten pada awal Juli diperkirakan dapat menyerap likuiditas pasar dalam jangka pendek.
Dari sisi teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah, dengan level support di 5.730 dan resistance di 6.000.
“Peluang rebound masih terbatas selama IHSG belum mampu kembali menembus area resistance tersebut,” tulis BRI Danareksa, Selasa (30/6).
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), dengan target harga Rp 675–Rp 695, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dengan target Rp 850–Rp 860 per saham, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) target ke harga Rp 1.810–Rp 1.855.
Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan speculative buy saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan level support di Rp 1.735, cut loss apabila menembus Rp 1.700, dan target kenaikan jangka pendek di kisaran Rp 1.805–Rp 1.840.
Untuk PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), CGS International juga memberikan rekomendasi speculative buy dengan support Rp 1.645, cut loss jika turun di bawah Rp 1.615, dan target harga jangka pendek Rp 1.705–Rp 1.735.
Sementara itu, saham HMSP direkomendasikan speculative buy dengan support Rp 645, cut loss di bawah Rp 630, dan target ke Rp 675–Rp 690. Untuk saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM), speculative buy dengan level support Rp 16.150, cut loss apabila turun di bawah Rp 15.825, dan target jangka pendek Rp 16.800–Rp 17.125.
CGS International juga merekomendasikan speculative buy pada saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dengan support Rp 2.240, cut loss jika menembus Rp 2.200, dan target ke Rp 2.320–Rp 2.360.
Adapun untuk saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), CGS International memberikan rekomendasi buy dengan level support Rp 2.670, cut loss di bawah Rp 2.620, dan target harga jangka pendek ke Rp 2.770–Rp 2.820.
