IHSG Sesi I Naik 1,70%, Saham Bank Raksasa BBCA, BMRI, BBRI Semringah
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup naik 1,70% atau 97,05 poin ke Rp 5.792 pada perdagangan sesi pertama, Kamis (2/7). Saham-saham bank jumbo semringah pada perdagangan siang ini, setelah terpuruk dua hari berturut-turut sebelumnya.
Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melonjak 4,02% ke Rp 5.825, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 1,50% ke Rp 2.710, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melesat 3,15% ke Rp 3.930 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) bertambah 3,87% ke Rp 3.220.
Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi perdagangan sepanjang sesi pertama mencapai 13,08 miliar saham dan frekuensi sebanyak 925,9 ribu kali. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 10.170 triliun dengan total nilai transaksi siang ini sebesar Rp 6,49 triliun.
Seluruh sektor yang ada di BEI parkir di zona hijau siang ini. Saham di sektor industri dasar naik paling tinggi yakni, naik 3,54% secara sektoral. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) meroket 12,68% ke Rp 1.555, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) meloncat 6,13% ke Rp 2.770, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) naik 5,04% ke Rp 500 dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) bertambah 5,65% ke Rp 1.775.
Berdasarkan data banyaknya nilai transaksi, saham BBRI tercatat paling banyak ditransaksikan senilai Rp 709,74 miliar, BBRI senilai Rp 530,43 miliar dan BMRI sebesar Rp 504,32 miliar.
Sementara itu, indeks-indeks di kawasan Asia mayoritas justru ditutup merah. Indeks bursa Nikkei Jepang turun 1,93% ke level 69.112, Shanghai Composite turun 0,90% ke level 4.075 sementara Hang Seng naik 1,19% ke level 23.154.
Daftar top gainer siang ini:
- PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) naik 17,78% ke Rp 106.
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 12,68% ke Rp 1.555.
- PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) naik 6,85% ke Rp 515.
Daftar top loser siang ini:
- PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) turun 8,62% ke Rp 9.275.
- PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun 3,75% ke Rp 15.400.
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 2,72% ke Rp 1.965.
