Eksplorasi Emiten Prajogo (CUAN) di Tambang Emas Intam, Bagaimana Prospeknya?

Nur Hana Putri Nabila
6 Juli 2026, 11:30
Lini bisnis PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
Lini bisnis PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), menggenjot eksplorasi tambang emas melalui PT Intam. Berdasarkan laporan hasil eksplorasi Juli 2026, emiten pertambangan batu bara itu telah mengeluarkan hingga Rp 17,73 miliar demi mencari emas di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Direktur Utama Petrindo Jaya Kreasi, Michael, mengatakan hasil eksplorasi PT Intam menunjukkan keberadaan batuan kapur (limestone) yang teralterasi sedang hingga kuat dengan indikasi mineralisasi. Perseroan juga menemukan kemenerusan urat kuarsa (quartz vein) pada jalur Alfa, Bravo, Charlie, dan Delta dengan total panjang sekitar 450 meter.

“Berdasarkan pengambilan data resistivity dan chargeability, beberapa tempat terindikasi adanya cebakan batuan yang termineralisasi,” ucap Michael dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Senin (6/7).

Langkah selanjutnya, Michael mengatakan CUAN akan melanjutkan kegiatan trenching dan pemetaan lapangan sebagai bagian dari tahapan eksplorasi berikutnya.

Selain itu, PT Intam akan meneruskan pengeboran dengan jarak antarjalur (line spacing) 50 meter dengan target total kedalaman mencapai 7.000 meter. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan tingkat keyakinan terhadap estimasi sumber daya mineral emas di area prospek.

Di sisi lain, perseroan juga merencanakan pengeboran awal dengan total kedalaman 6.000 meter di area prospek lainnya untuk memverifikasi hasil studi geolistrik yang telah dilakukan sebelumnya.

Adapun kegiatan eksplorasi yang dilakukan PT Intam meliputi pemetaan geologi dan pembuatan parit uji oleh tim geolog PT Intam, pengeboran inti (core drilling) oleh kontraktor PT GIS dan PT Armindo, serta studi geolistrik (Induced Polarization/IP) tahap kedua yang dilaksanakan oleh PT Geostrom.

Michael mengatakan pemetaan geologi dilakukan dengan mengamati batuan di sepanjang sungai, alur sungai, dan kawasan perbukitan. Batuan yang terindikasi mengandung cebakan emas kemudian ditindaklanjuti melalui pembuatan parit uji.

Sementara itu, pengeboran inti dilakukan dengan jarak antarjalur (line spacing) sekitar 100 meter di area prospek. Pengeboran awal juga mengacu pada hasil studi geolistrik di area prospek lainnya.

Studi geolistrik tahap kedua mencakup 19 lintasan dengan total panjang 32,2 kilometer. Pengambilan data geolistrik dilakukan berdasarkan hasil pemetaan geologi permukaan.

PT Intam merupakan perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi tambang emas. Perusahaan tersebut memiliki wilayah konsesi pertambangan emas seluas 18.500 hektare di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Cucu usaha CUAN itu telah mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi dengan nomor 503/02/IUP-OP/2015 yang diterbitkan pada 22 Oktober 2015.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...