IHSG Anjlok 31% Ytd, OJK: Tekanan Pasar Mulai Mereda sejak Awal Juli
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan tekanan di pasar saham mulai mereda memasuki Juli 2026, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 30,99% sejak awal tahun atau year to date hingga perdagangan Selasa (7/7).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi hingga akhir bulan lalu. Hal itu dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari ketidakpastian ekonomi global yang masih berlanjut; persepsi investor terhadap kondisi dan kebijakan domestik, serta; aksi penyesuaian portofolio atau rebalancing oleh investor.
Pada penutupan perdagangan akhir Juni lalu, IHSG bertengger di level 5.643,19, turun 7,9% secara bulanan atau month to month (mom) dan terkoreksi 34,74% sejak awal tahun (ytd). Memasuki awal Juli 2026 ini, kata Hasan, tekanan di pasar terpantau mereda.
"Dan ini akan terus kami cermati perkembangannya ke depan," ujarnya dalam RDKB OJK Juni 2026 yang dilangsungkan secara virtual pada Selasa (7/7).
Di tengah tekanan tersebut, OJK menilai likuiditas pasar modal domestik masih terjaga. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di pasar saham RI tercatat sebesar Rp 22,23 triliun pada Juni, sedikit turun dibandingkan Mei yang berjumlah Rp 22,86 triliun. Sementara itu, investor asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp 19,63 triliun sepanjang bulan lalu.
Di sisi lain, jumlah investor pasar modal terus bertambah. Sepanjang Juni 2026 terdapat penambahan sekitar 1,21 juta investor sehingga total investor di pasar modal Indonesia kini mencapai 28,96 juta atau tumbuh 42,22% sejak awal tahun.
Hasan juga mengatakan, fungsi intermediasi pasar modal sebagai sumber pendanaan jangka panjang bagi korporasi tetap berjalan. Hingga akhir Juni 2026, nilai penghimpunan dana (fundraising) di bursa telah mencapai Rp 119,67 triliun. Selain itu, masih terdapat 11 rencana penawaran umum (IPO) yang berada dalam antrean (pipeline).
Untuk pendanaan melalui security crowdfunding, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 1,98 triliun. Adapun volume transaksi di pasar derivatif secara kumulatif mencapai 235.343 lot.
OJK Sambut Baik Hasil Evaluasi MSCI
Hasan mengatakan, OJK juga menyambut baik hasil evaluasi terbaru dari lembaga penyedia indeks global MSCI pada Juni 2026. Dalam laporan Global Market Accessibility Review yang dirilis 18 Juni 2026, Indonesia memperoleh penilaian no issues atau no major issues pada 16 dari 18 indikator yang dievaluasi. Sementara dua indikator lainnya masih memerlukan perbaikan dan menjadi bagian dari agenda reformasi pasar modal yang tengah dijalankan.
Kemudian, dalam Market Classification Review yang diumumkan pada 23 Juni 2026, MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang (emerging market). Menurut Hasan, OJK akan melanjutkan koordinasi dengan penyedia indeks global, investor internasional, serta seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kredibilitas, integritas dan daya tarik investasi (investability) pasar modal Indonesia.
Selain itu, OJK memastikan kebijakan stabilisasi pasar yang saat ini berlaku masih efektif menjaga stabilitas dan kepercayaan investor. Di bidang penegakan hukum dan perlindungan konsumen, hingga 29 Juni 2026 OJK telah menjatuhkan sanksi administratif kepada 100 pihak dengan total nilai denda Rp 86,26 miliar.
Selain denda, OJK juga mengenakan satu sanksi pencabutan izin, satu pembatalan surat tanda terdaftar (STTD), enam pembekuan izin, sembilan peringatan tertulis serta delapan perintah tertulis terkait pelanggaran di sektor pasar modal, keuangan derivatif dan bursa karbon.
