OJK Catat Masih Ada 11 Calon Emiten Masuk Antrean IPO
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat masih terdapat 11 perusahaan yang mengantre untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di pasar modal domestik. Jumlah tersebut bertambah tiga perusahaan dibandingkan data pipeline yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir Juni lalu.
"Masih terdapat 11 rencana penawaran umum di dalam pipeline," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK secara virtual, Selasa (7/7).
Hasan menyampaikan, hingga Juni 2026, nilai penghimpunan dana (fundraising) di pasar modal telah mencapai Rp 119,67 triliun. Sementara itu jumlah investor pasar modal terus bertambah. Sepanjang bulan lalu, terdapat penambahan sekitar 1,21 juta investor sehingga total investor kini mencapai 28,96 juta atau tumbuh 42,22% sejak awal tahun.
Untuk pendanaan melalui security crowdfunding, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp1,98 triliun. Sementara itu, volume transaksi di pasar derivatif secara kumulatif tercatat sebanyak 235.343 lot.
Berdasarkan data pipeline IPO BEI per 26 Juni 2026, saat itu terdapat delapan perusahaan yang bersiap melantai di bursa. Dari jumlah tersebut, satu perusahaan memiliki aset skala kecil di bawah Rp 50 miliar, satu perusahaan merupakan emiten beraset menengah dengan nilai aset Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar, sedangkan enam perusahaan lainnya merupakan perusahaan beraset besar dengan nilai aset di atas Rp 250 miliar.
Jika dilihat berdasarkan sektor usaha, empat calon emiten berasal dari sektor kesehatan, dua perusahaan bergerak di sektor barang konsumsi nonprimer (consumer non cyclicals), satu perusahaan berasal dari sektor barang konsumsi primer (consumer cyclicals), dan satu perusahaan dari sektor infrastruktur.
Sementara itu, hingga 26 Juni 2026, BEI baru mencatatkan satu perusahaan yang melaksanakan IPO dengan nilai dana yang dihimpun sebesar Rp 300 miliar. Hari ini, dua perusahaan resmi melantai di bursa, yaitu PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan emiten rumah sakit spesialis mata PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX).
