Sinar Mas Penyumbang HSC Terbanyak, Kepemilikan 5 Emiten Terkonsentrasi TInggi

Karunia Putri
17 Juli 2026, 14:40
Sinar Mas Land
Fauza Syahputra|Katadata
Sinar Mas Land
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sinar Mas menjadi konglomerasi dengan kepemilikan saham terkonsetrasi tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) terbanyak di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setidaknya ada lima emiten dari Grup Sinar Mas yang masuk dalam daftar saham HSC. 

HSC adalah daftar emiten di BEI yangs ebagian besar sahamnya terkonsesntrasi pada sedikit pihak atau kelompok afiliasi tertentu. Data itu dirilis oleh BEI untuk meningkatkan transparansi, meminimalkan risiko praktik spekulatif serta memenuhi standar investor global.

Kelima saham yang terkonsentrasi tinggi adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR), PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (LIFE) dan PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA).

Emiten-emiten HSC milik keluarga Widjaja ini tersebar dari berbagai sektor, mulai dari energi dan pertambangan, perkebunan kelapa sawit, asuransi hingga telekomunikasi. 

Berdasarkan data BEI per 15 Juli 2026, tingkat konsentrasi kepemilikan tiga dari lima emiten tersebut mencapai lebih dari 99%. SMAR memiliki tingkat konsentrasi kepemilikan 99,58%, GEMS 99,24%, LIFE 99,21%, dan DSSA 95,76%. Sementara itu, tingkat konsentrasi kepemilikan MORA mencapai 95,65%.

Jika dilihat dari sisi free float, hanya dua emiten yang telah memenuhi ketentuan minimum free float sebesar 15% setelah perubahan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keduanya adalah DSSA dengan free float 19,35% dan MORA sebesar 16,75%. Sementara itu, free float SMAR tercatat 7,54%, GEMS 10,09%, dan LIFE 7,59%.

Berikut daftar lengkap persentase saham terkonsentrasi dari Grup Sinar Mas hingga besaran free float.

EmitenKode SahamKonsentrasi (%)Free Float (%)Pengendali
PT Dian Swastatika Sentosa TbkDSSA95,76%19,35%Franky Oesman Widjaja
PT Sinar Mas Agro Resources and Technology TbkSMAR99,58%7,54%Jesslyne Widjaja
PT Golden Energy Mines TbkGEMS99,24%10,09%Indra Widjaja dan Franky Oesman Widjaja
PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG TbkLIFE99,21%7,59%Hideaki Nomura
PT Ekamas Mora Republik TbkMORA95,65%16,75%Framky Oesman Widjaja dan Farida Bau

(Sumber: data BEI diolah penulis)

MORA masuk dalam ekosistem Grup Sinar Mas setelah melakukan merger dengan MyRepublic Indonesia, perusahaan penyedia layanan internet yang juga terafiliasi dengan grup tersebut. 

Kerajaan Bisnis Grup Sinar Mas

Grup Sinar Mas merupakan salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia dengan bisnis yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari pulp dan kertas, agribisnis, energi, pertambangan, telekomunikasi, jasa keuangan hingga properti. 

Di sektor pulp dan kertas, Sinar Mas dikenal melalui Asia Pulp & Paper (APP) yang bermula dari pendirian PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia di Mojokerto, Jawa Timur pada 1972. Kini, APP memiliki kapasitas produksi sekitar 12 juta ton per tahun dan memasarkan produknya ke lebih dari 120 negara dengan dukungan lebih dari 70 ribu karyawan.

Di pasar modal, bisnis pulp dan kertas Sinar Mas digerakkan oleh PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).

Di sektor agribisnis, Sinar Mas beroperasi melalui Golden Agri Resources Ltd (GAR) yang berdiri pada 1996 dan tercatat di Bursa Singapura sejak 1999. Adapun anak usahanya yang tercatat di Bursa Efek Indonesia adalah PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR).  

Entitas ini melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 1992, GAR menjadi salah satu pengelola perkebunan kelapa sawit terintegrasi terbesar di dunia.

Sinar Mas juga bergerak di sektor energi dan pertambangan melalui DSSA dan PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS). Awalnya fokus memasok kebutuhan energi internal grup, kini perseroan juga menyediakan listrik bagi masyarakat umum. 

Di sektor telekomunikasi, Sinar Mas mengelola layanan konektivitas melalui XLSMART dan MyRepublic. XLSMART fokus pada layanan seluler, sementara MyRepublic menyediakan layanan internet berbasis serat optik untuk segmen residensial dan bisnis.

Cengkeraman Sinar Mas di sektor infrastruktur telekomunikasi semakin kuat setelah grup tersebut mengakuisisi PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo pada 18 Desember 2025. 

Di sektor keuangan, Sinar Mas beroperasi melalui PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) yang menyediakan layanan perbankan, asuransi, pembiayaan, hingga manajemen aset bagi nasabah korporasi, UMKM, dan ritel. Sementara itu, bisnis properti dijalankan oleh Sinar Mas Land, salah satu pengembang terbesar di Indonesia dengan portofolio kota mandiri, perumahan, kawasan komersial dan industri, hotel, hingga resor wisata di Indonesia dan berbagai negara di Asia serta Eropa.

Selain bisnis itu, Sinar Mas juga sedang menjajaki bisnis kecerdasan buatan (AI). Lewat anak usaha DSSA yaitu PT ASIX Indonesia Cerdas (ASIX), perseroan akan membangun pusat riset inovasi teknologi serta akademi AI dan robotik bernama Libra.

Selain itu, Grup Sinar Mas juga masuk ke bisnis energi surya lewat PT Daya Mas Agra Sejahtera atau Dian Solar. Perseroan pun sudah meluncurkan Solar Innovation Hub., yakni pusat monitoring performa Pembangkit Listrik Tenaga Surya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...