Wall Street Loyo Pekan Lalu, Nasdaq Anjlok 1,4% Tertekan Koreksi Saham Chip

Karunia Putri
20 Juli 2026, 06:21
Wall Street, investor, pasar modal
Wall Street
Wall Street.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup turun pada perdagangan pekan lalu, Jumat (17/7) waktu setempat. Investor masih mencermati pergerakan terbaru saham-saham semikonduktor dan laporan keuangan kuartalan perusahaan. 

Indeks S&P 500 turun 1,01% ke level 7.457,69. Sementara itu, Nasdaq Composite merosot 1,4% menjadi 25.520,24 karena saham-saham teknologi berada di bawah tekanan. Dow Jones Industrial Average turun 406,55 poin atau 0,77% ke level 52.146,42.

Ketiga indeks utama Wall Street juga mencatatkan penurunan dalam sepekan. S&P 500 turun 1,6%, Nasdaq merosot 2,9%, sedangkan Dow Jones melemah 0,9%.

VanEck Semiconductor ETF (SMH) mencatatkan penurunan mingguan ketiga dalam empat pekan terakhir dengan pelemahan hampir 9% sepanjang periode tersebut.

Saham-saham semikonduktor mengalami tekanan besar pada awal perdagangan setelah perusahaan rintisan asal Cina, Moonshot AI, memperkenalkan model kecerdasan buatan (AI) baru. Modl AI ini yang diklaim mampu mempersempit kesenjangan dengan produk-produk AI terkemuka di AS.

“Perkembangan terbaru menunjukkan munculnya persaingan dari model open-source di Cina yang dilaporkan mampu menyaingi kinerja produk-produk terkemuka dari Anthropic dan OpenAI. Hal ini memunculkan kembali kekhawatiran mengenai tingginya belanja teknologi,” kata Senior Investment Strategist di Edward Jones Angelo Kourkafas dikutip dari CNBC, Senin (20/7).

Dia mengatakan ada tanda-tanda permintaan pengguna terhadap AI menjadi lebih sensitif terhadap harga. “Pasar mulai memberikan penalti kepada perusahaan yang meningkatkan belanja secara terlalu agresif,” ujarnya.

Menurut dia, volatilitas tersebut menunjukkan tema AI kemungkinan sedang memasuki fase pematangan bukan mengalami keruntuhan. Kondisi tersebut merupakan bagian yang sehat dari perkembangan siklus investasi transformatif.

Selain saham chip, saham Netflix juga mencatatkan kinerja terburuk pada perdagangan Jumat. Saham perusahaan tersebut anjlok lebih dari 7% setelah proyeksi kinerjanya gagal meredakan kekhawatiran investor bahwa pertumbuhan perusahaan mulai melambat.

Di sisi lain, eskalasi terbaru dalam konflik AS dan Iran juga masih menjadi perhatian pasar dan mendorong kenaikan harga minyak. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 4,5% menjadi US$ 82,49 per barel. Sedangkan kontrak berjangka minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, naik 4,6% ke level US$ 88,10 per barel.

Kuwait pada Jumat menyatakan Iran telah menyerang fasilitas pembangkit listrik dan desalinasi air. Sementara itu, Komando Pusat AS mengatakan telah menyelesaikan serangan malam keenam berturut-turut terhadap Iran dengan menargetkan puluhan fasilitas militer, termasuk infrastruktur logistik dan kemampuan maritim.

Selain itu, pejabat Iran juga mengklaim telah menargetkan pasukan militer AS di Suriah dan Bahrain pada Jumat. Hal ini memperluas serangan Teheran ke wilayah Timur Tengah.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...