Sinyal IPO Kopi Kenangan Menguat, Bakal Bersaing Kebut Kinerja Emiten FORE?

Nur Hana Putri Nabila
20 Juli 2026, 12:38
Iklan Nasdaq mengucapkan selamat kepada Kopi Kenangan atas status unicorn
Instagram/@sandiuno
Iklan Nasdaq mengucapkan selamat kepada Kopi Kenangan atas status unicorn
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sinyal warung kopi modern Kopi Kenangan untuk melantai di bursa semakin menguat. Kedai kopi asal Indonesia yang didukung sejumlah investor ternama, termasuk bintang tenis Serena Williams dan pengusaha hip-hop Jay-Z, disebut tengah menjajaki kemungkinan initial public offering (IPO).

Aksi IPO itu dinilai bisa mendorong valuasi perusahaan mencapai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 18 triliun. Di tengah potensi IPO tersebut, Kopi Kenangan akan berhadapan dengan PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) yang telah lebih dulu melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Lantas, bagaimana perbandingan kinerja keuangan kedua pemain industri kopi tersebut sepanjang 2025?

Pendiri sekaligus CEO Grup Kopi Kenangan, Edward Tirtanata mengungkapkan kinerja Kopi Kenangan melalui unggahan di LinkedIn pada Januari 2026. Ia menyebut pendapatan bersih perusahaan sepanjang 2025 tumbuh 45% secara tahunan menjadi US$ 184 juta, sedangkan laba bersih mencapai US$ 17 juta.

Kenangan Group menargetkan ekspansi agresif pada 2026 dengan menambah sekitar 524 gerai menjadi 1.848 gerai. Ekspansi tersebut diproyeksikan mendorong pendapatan bersih menjadi US$ 265 juta, EBITDA US$ 69 juta, hingga laba bersih US$ 29 juta. Dengan demikian, margin EBITDA diperkirakan meningkat menjadi 26% dari 20% pada 2025. 

Berikut perbandingan kinerja keuangan tahun buku 2025 Kopi Kenangan dan Fore Indonesia:

Kinerja KeuanganKopi KenanganFore Indonesia
Pendapatan Bersih US$ 184 juta atau sekitar sekitar Rp 3,10 triliunRp 1,49 triliun
Laba Bersih US$ 17 juta atau sekitar Rp 286,7 miliarRp 90,13 miliar

Sumber: Laporan keuangan, LinkedIn Edward Tirtanata. Kurs menggunakan rata-rata kurs tengah BI 2025 sebesar Rp16.862,90/US$.

Emiten pemilik jaringan kedai kopi Fore Coffee, PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mencetak laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp 90,13 miliar pada 2025. Laba bersih ini melesat sekitar 55% dibanding capaian tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) sebesar Rp 58,22 miliar.

Peningkatan laba ini ditopang penjualan bersih FORE yang tumbuh 44% (yoy) menjadi Rp 1,49 triliun pada 2025. Kenaikan pendapatan terjadi di seluruh lini bisnis FORE. Pada 2025, hasil penjualan minuman Fore Coffee naik 42% (yoy) menjadi Rp 1,56 triliun. Lalu penjualan makanan melonjak 56% (yoy) menjadi Rp 169,97 miliar, dan penjualan lainnya naik 72% (yoy) menjadi Rp 8,08 miliar.

Bagaimana Prospek IPO Kopi Kenangan?

Di sisi lain, apabila Kopi Kenangan merealisasikan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI), prospek pencatatan saham perusahaan dinilai cukup menarik. Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama mengatakan Kopi Kenangan memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari kekuatan merek, jaringan gerai yang luas dan sudah terkenal di kalangan konsumen.

Menurutnya, keunggulan itu menjadi daya tarik bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur ke sektor konsumer dan makanan serta minuman (F&B). Sektor tersebut masih memiliki ruang pertumbuhan seiring dengan meningkatnya konsumsi masyarakat.

Namun, adanya FORE sebagai emiten di industri sejenis akan memberikan pembanding yang lebih jelas bagi investor. Investor dapat membandingkan kedua perusahaan dari sisi valuasi, pertumbuhan jumlah gerai, profitabilitas, hingga efisiensi operasional.

“Persaingan ini justru dapat mendorong pasar memberikan valuasi yang lebih rasional berdasarkan fundamental masing-masing perusahaan,” kata Elandry ketika dihubungi Katadata.co.id, Senin (20/7). 

Di samping itu, Elandry mengatakan daya tarik utama Kopi Kenangan tidak hanya bergantung pada popularitas merek, tetapi bagaimana perusahaan mampu mencetak laba secara berkelanjutan, menjaga margin di tengah persaingan ketat, dan menjalankan ekspansi secara disiplin.

Ia menyebut nvestor kini semakin selektif dan lebih mempertimbangkan kualitas fundamental perusahaan dibandingkan sekadar pertumbuhan jumlah gerai atau menguasai pangsa pasar.

“Jika aspek tersebut dapat dibuktikan, saya melihat IPO Kopi Kenangan berpotensi memperoleh respons yang positif dari pasar,” ucap Elandry.

Sebelumnya berdasarkan laporan The Wall Street Journal, rencana IPO Kopi Kenangan mendapat dukungan dari bintang tenis Serena Williams dan pengusaha hip-hop Jay-Z. Williams dan Jay-Z bergabung sebagai investor Kopi Kenangan pada 2019. Keduanya masing-masing menanamkan modal melalui Serena Ventures dan Roc Nation.

Meski begitu, pembahasan soal potensi pencatatan saham itu masih berada pada tahap awal, sementara perusahaan belum menunjuk bank investasi untuk memimpin proses IPO. Adapun Singapura menjadi salah satu lokasi yang masuk dalam daftar bursa potensial untuk pencatatan saham Kopi Kenangan.

Wakil Presiden Bidang Keuangan Korporat dan Pengembangan Kopi Kenangan, Junxian Li mengatakan perusahaan terus mengevaluasi berbagai opsi strategis dan pembiayaan untuk mendukung ekspansi bisnis dan membuka peluang monetisasi bagi para pemegang saham.

“Hal ini mencakup dialog rutin dengan lembaga keuangan, investor, dan penasihat, yang merupakan bagian normal dari menjalankan bisnis pada tahap kami saat ini,” kata Li, dikutip The Wall Street Journal, Senin (20/7). 

Li juga mengatakan Kopi Kenangan belum mengambil keputusan pasti soal rencana IPO, termasuk mengenai waktu pelaksanaan, lokasi pencatatan saham, maupun valuasi perusahaan.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...