IHSG Sesi I Naik 0,86% hingga Net Sell Capai Rp 302 M, BMRI–ASII Ramai Dijual
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup naik 0,86% ke level 6.228 pada perdagangan saham sesi pertama awal pekan ini, Senin (20/7).
Berdasarkan Stockbit Sekuritas, net foreign sell hingga siang ini mencapai Rp 302,86 miliar. Secara rinci, foreign buy tercatat Rp 2,67 triliun dan foreign sell mencapai Rp 2,98 triliun.
Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) paling banyak dijual asing dengan nilai transaksi mencapai Rp 229,11 miliar. Diikuti PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp 69,86 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 53,43 miliar.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham siang ini sebesar Rp 8,27 triliun dengan volume 20,09 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,39 juta kali. Sebanyak 398 saham menguat, 188 saham terkoreksi, dan 205 saham tidak bergerak. Adapun kapitalisasi pasar IHSG hingga sesi pertama ini sebesar Rp 10.849 triliun.
Dari sebelas sektor yang ada di BEI, sembilan sektor terpantau menguat. Sektor yang mencatat kenaikan terbesar yakni energi yang naik 1,72%. Adapun saham di sektor tersebut yang terpantau melesat yakni PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 3,17% ke Rp 650.
Di sisi lain, bursa saham Asia bergerak bervariasi. Indeks Hang Seng terangkat 2,10% dan Shanghai Composite tumbuh 0,93%. Sedangkan Straits Times turun 0,11% dan Nikkei stagnan.
Saham top gainers:
- PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) naik 11,76% ke Rp 95
- PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) naik 4,93% ke Rp 149
- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik 4,43% ke Rp 1.415
Saham top losers:
- PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) turun 10,36% ke Rp 346
- PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) turun 8,24% ke Rp 312
- PT Singaraja Putra Tbk (SINI) turun 6,50% ke Rp 5.750
