Emiten Petrokimia Prajogo (TPIA) Kebut Proyek CA-EDC, Progres Konstruksi 72%

Ahmad Islamy
20 Juli 2026, 18:58
TPIA
Dok. Chandra Asri
Foto udara pemandangan umum progres pembangunan fasilitas chlor alkali-ethylene dychloride (CA-EDC) oleh Chandra Asri Group pada Juli 2026.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melalui anak usahanya, PT Chandra Asri Alkali (CAA), mencatat progres pembangunan fasilitas chlor alkali-ethylene dichloride (CA-EDC) sebesar 72% hingga Juli 2026. Proyek senilai lebih dari US$ 800 juta itu ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 untuk memperkuat pasokan bahan kimia dasar bagi industri nasional. 

Seiring kemajuan konstruksi tahap pertama, perseroan juga mulai menyiapkan pengembangan fasilitas CA-EDC Tahap II melalui studi kelayakan. Proyek lanjutan tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sekitar US$ 1 miliar sebagai bagian dari strategi peningkatan kapasitas produksi dalam jangka panjang. 

Presiden Direktur sekaligus CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra mengatakan, pengembangan fasilitas CA-EDC menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat daya saing industri kimia nasional melalui penyediaan bahan baku strategis. Menurut dia, kemajuan pembangunan fasilitas CA-EDC menjadi wujud komitmen perseroan untuk memperkuat fondasi industri kimia nasional.

"Ke depan, melalui studi kelayakan tahap II dan pembangunan infrastruktur pendukung, kami ingin menghadirkan ekosistem produksi dan distribusi yang semakin terintegrasi sehingga mampu meningkatkan keandalan pasokan bahan kimia dasar bagi industri nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok regional," kata Erwin. 

Fasilitas CA-EDC Tahap I nantinya memiliki kapasitas produksi hingga 827 ribu ton soda kaustik cair dan 500 ribu ton Ethylene Dichloride (EDC) per tahun. Produk tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan industri domestik sekaligus memperkuat ketahanan industri nasional. 

Selain membangun fasilitas produksi, Chandra Asri juga mengembangkan infrastruktur pendukung berupa fasilitas distribusi, penyimpanan, serta pengelolaan logistik yang terintegrasi. Perseroan telah menyelesaikan pemasangan pipe rack pada jetty trestle menggunakan metode modular untuk mempercepat proses konstruksi dan meningkatkan efisiensi proyek. 

Infrastruktur jetty tersebut akan mendukung kegiatan bongkar muat bahan baku dan distribusi produk sehingga memperlancar rantai logistik saat fasilitas mulai beroperasi pada 2027. 

Perseroan memperkirakan fasilitas tersebut mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor soda kaustik. Produksi soda kaustik cair diproyeksikan dapat menggantikan impor hingga sekitar 827 ribu ton per tahun, dengan nilai mencapai US$ 293 juta atau sekitar Rp 4,9 triliun. Sementara itu, produksi EDC akan diarahkan ke pasar ekspor dan berpotensi menghasilkan devisa sekitar US$ 300 juta atau setara Rp 5 triliun setiap tahun. 

Dari sisi ekonomi, proyek CA-EDC juga diharapkan memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan pelaku usaha lokal. Hingga saat ini, tahap konstruksi telah melibatkan sekitar 3.000 pekerja, sementara saat fasilitas beroperasi penuh diperkirakan akan menciptakan sekitar 250 lapangan kerja baru. 

Melalui pembangunan fasilitas CA-EDC beserta infrastruktur pendukungnya, Chandra Asri menargetkan terciptanya ekosistem industri kimia yang lebih terintegrasi, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kemandirian industri kimia nasional.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...