Prospek Unilever (UNVR) di Tengah Kabar Grup Djarum Bakal Akuisisi Brand Bango

Nur Hana Putri Nabila
21 Juli 2026, 15:38
Sejumlah produk makanan dari Unilever yang dijual di pusat perbelanjaan di Jakarta
Fauza Syahputra|Katadata
Sejumlah produk makanan dari Unilever yang dijual di pusat perbelanjaan di Jakarta
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Divestasi bisnis emiten raksasa konsumer PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terus berlanjut. Belakangan muncul kabar beredar bahwa salah satu merek ikonik dalam portofolionya, kecap Bango, disebut tengah dilirik oleh entitas Grup Djarum, Savoria Grup.

Aksi tersebut menyusul akuisisi sebelumnya oleh PT Savoria Kreasi Rasa, yang mengambil alih unit bisnis teh bermerek SariWangi milik Unilever Indonesia (UNVR) senilai Rp 1,5 triliun.

Perusahaan Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) Savoria Grup tidak bisa berkomentar soal kabar tersebut. “Kami tidak tahu mengenai hal tersebut jadi tidak bisa memberikan komentar,” tulis tim komunikasi Savoria Grup kepada Katadata.co.id, Selasa (21/7). 

Konfirmasi juga sudah dilayangkan kepada tim komunikasi Unilever Indonesia. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi yang diterima. 

Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama melihat apabila akuisisi merek Bango oleh Savoria Group terealisasi, hal itu lebih mencerminkan langkah Unilever merestrukturisasi portofolio bisnisnya daripada sinyal pelemahan bisnis. Menurutnya, Unilever dalam beberapa tahun terakhir terus memfokuskan bisnis pada segmen inti yang memiliki prospek pertumbuhan dan profitabilitas lebih tinggi.

“Sehingga pelepasan aset non-strategis menjadi hal yang wajar,” ucap Elandry kepada Katadata.co.id, Selasa (21/7). 

Selain itu, Elandry menilai akuisisi merek dengan brand equity yang kuat dapat mempercepat ekspansi Savoria di industri FMCG. Sementara bagi Unilever Indonesia, berlanjutnya divestasi bisnis makanan dan minuman tantangannya yakni menjaga pertumbuhan pendapatan dari portofolio yang tersisa.

Namun, lanjut Elandry, apabila UNVR mengalokasikan dana hasil divestasi untuk memperkuat inovasi produk, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengembangkan kategori dengan margin lebih tinggi, strategi itu berpotensi mendorong profitabilitas dan menjadi katalis positif bagi kinerja Unilever dalam jangka menengah.

Market sentimen ke depan akan lebih ditentukan oleh keberhasilan eksekusi strategi pascadivestasi dibandingkan aksi penjualan aset itu sendiri,” kata Elandry. 

Dari lantai bursa, saham UNVR terpantau turun 0,86% ke level Rp 1.720 pada perdagangan intraday hari ini, Selasa (21/7) pukul 15.10 WIB. Volume yang diperdagangkan tercatat 13,16 juta dengan nilai transaksi Rp 22,68 miliar, dan kapitalisasi pasarnya sebesar Rp 65,62 triliun. 

Arabila menilik performa sahamnya, UNVR menguat 3,93% dalam sebulan terakhir. Meski begitu pergerakan saham UNVR merosot 33,85% secara year to date (ytd).

Sempat Dirumorkan Jual Buavita

Pada awal 2026, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) juga sempat dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menjual bisnis jus bermerek Buavita. Mengutip Dealstreet Asia, langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk merampingkan operasional dengan keluar dari kategori non-inti dan fokus pada segmen dengan pertumbuhan dan margin yang lebih tinggi di pasar domestik. 

Tak hanya itu, rencana ini melanjutkan aksi korporasi UNVR pada Januari lalu. Sebelumnya UNVR telah mengumumkan telah menjual bisnis merek teh legendaris SariWangi kepada Savoria Kreasi Rasa. Sumber Dealstreet Asia juga menyebut UBS kemungkinan telah ditunjuk sebagai penasihat dalam potensi divestasi Buavita. Adapun UBS sempat mempertimbangkan untuk menggabungkan penjualan SariWangi dan Buavita dalam satu proses transaksi.

“Namun pada akhirnya memilih untuk menjalankannya secara terpisah, mengingat kategori produk yang berbeda dan profil calon pembeli yang berbeda pula,” kata sumber anonim itu, dikutip Dealstreet Asia, Kamis (9/4).



add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...