Tiga Sekuritas Pangkas Target IHSG hingga Akhir Tahun: Level Paling Tinggi 8.000

Karunia Putri
21 Juli 2026, 15:41
IHSG
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.
Pekerja berjalan di dekat layar digital yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Juli ini dianggap menjadi titik balik bagi pasar saham Indonesia, setelah mengalami tekanan selama paruh pertama 2026. Pandangan itu muncul di tengah tren lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang bulan ini.

Sejak awal Juli, IHSG terkerek sebesar 10,95%. Kendati demikian, sejumlah analis justru memangkas target indeks hingga akhir tahun karena masih terdapat risiko perlambatan ekonomi dan tekanan terhadap kinerja emiten.

Dari tiga sekuritas yang dihubungi Katadata.co.id, ketiganya memberikan target IHSG yang tidak melebihi level 8.000 hingga akhir tahun.

Sepanjang bulan ini, IHSG melesat dari level 5.695 pada 1 Juli menjadi 6.319 pada perdagangan sesi II secara intraday hari ini,  Selasa (21/7). Sejumlah analis pun melihat peluang berlanjutnya pemulihan pasar pada paruh kedua tahun ini.

Selain naiknya level indeks, pemulihan juga terlihat dari nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah berada di kisaran Rp 8-9 triliun pada awal Juli, nilai transaksi harian kembali meningkat menjadi sekitar Rp 16-17 triliun dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut menjadi angin segar bagi pelaku pasar setelah bursa Indonesia kehilangan daya tariknya sepanjang tahun ini. Walaupun begitu, kenaikan IHSG diproyeksikan tidak akan dapat kembali mencapai level tertingginya di 9.000-an hingga akhir tahun ini. Lantas berapa target IHSG menurut sejumlah sekuritas?

Mirae Asset Pangkas Target IHSG hingga 3.700 Poin

Seiring dengan tekanan pada IHSG selama paruh pertama 2026, Mirae Asset Sekuritas Indonesia merevisi target IHSG hingga akhir 2026 menjadi 6.800 dari target sebelumnya 10.500. Dengan kata lain, ada pemangkasan sebesar 3.700 poin oleh sekuritas itu.

Head of Research and Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto mengatakan, pihaknya menetapkan skenario bullish IHSG di level 7.800 dan skenario bearish di level 5.500.

Skenarioa bullish adalah skenario optimistis ketika pasar atau harga saham diperkirakan naik karena didukung sentimen positif. Sementara skenario bearish merupakan skenario pesimistis ketika pasar atau harga saham diperkirakan turun karena menghadapi tekanan atau sentimen negatif.  

“Kami ubah target IHSG dari sebelumnya 10.500 menjadi 6.800. Untuk bullish case ada di 7.800, sementara bearish-nya di 5.500,” kata Rully dalam Mirae Media Day yang digelar secara virtual, Selasa (21/7).

Menurut dia, ruang penguatan IHSG masih terbatas karena terdapat risiko perlambatan ekonomi dan inflasi tinggi yang dapat menekan kinerja atau earnings emiten.

Selain itu, MSCI masih memantau perkembangan reformasi integritas pasar modal Indonesia. Jika tak berjalan baik, status Indonesia akan turun ke pasar perintis atau frontier market.

“Masih ada risiko frontier yang terbuka. Ini juga mungkin akan menghambat pemulihan indeks. Kalau kita lihat, pemulihannya tidak akan bersifat cepat, tetapi lebih gradual,” ujarnya.

Meskipun valuasi saham saat ini relatif murah dengan price to earnings ratio (PER) sekitar 9 kali, Rully menilai ruang penguatan IHSG tetap terbatas. “Masih ada ruang untuk naik, tetapi tidak terlalu tinggi mengingat berbagai sentimen negatif yang saya sebutkan tadi,” katanya.

Dalam kondisi tersebut, Mirae Asset menilai pasar cenderung defensif. Penguatan IHSG diperkirakan akan ditopang oleh saham-saham dengan fundamental yang baik dan stabil.

Untuk sektor perbankan, Mirae Asset memilih PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang dinilai memiliki fundamental solid serta PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sebagai salah satu anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dengan risiko yang relatif lebih rendah.

Kiwoom Pasang Target IHSG ke 7.770

Sementara itu, Kiwoom Sekuritas melihat adanya potensi pembalikan arah IHSG pada Juli 2026. Kiwoom bahkan menyebut Juli sebagai the green month bagi pasar saham.

“IHSG tampak sudah mulai menembus resistance upper channel dan mematahkan pola downtrend yang telah berlangsung sejak awal tahun,” tulis Kiwoom Sekuritas dalam riset yang dikutip Selasa (21/7).

Kiwoom menyebut level penting berikutnya yang perlu dipantau adalah breakout neckline di level 6.385. Jika level tersebut berhasil ditembus, IHSG berpeluang menuju target bertahap di kisaran 6.950-7.000 atau 7.225-7.250.

Untuk akhir tahun, Kiwoom menetapkan target IHSG konservatif di kisaran 7.700-7.770. Sementara itu, target dalam skenario bullish atau optimistis berada di level yang lebih tinggi.

Adapun level support IHSG saat ini berada di kisaran 6.150-6.070.

Di sisi lain, tekanan jual investor asing secara kumulatif sejak awal tahun masih tinggi, yakni mencapai Rp 90,88 triliun. Namun, Kiwoom menilai terdapat sinyal positif dari aksi beli asing yang tercatat selama tiga hari perdagangan berturut-turut sejak Kamis pekan lalu.

Kondisi tersebut menjadi salah satu sinyal awal yang memperkuat harapan bahwa Juli dapat menjadi titik balik bagi pasar saham Indonesia setelah mengalami tekanan sejak awal tahun.

Sucor Sekuritas Tetapkan Target IHSG Lebih Tinggi

Sementara itu, target IHSG yang ditetapkan PT Sucor Sekuritas terbilang lebih tinggi dibandingkan dengan dua sekuritas lainnya. Chief Executive Officer Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, menyematkan target indeks akhit tahun ini ke level 8.000. 

Nilai tersebut sudah dipangkas dari target sebelumnya di angka 10.000. Menurut dia, IHSG berpeluang naik setelah enam emiten mencatatkan saham perdana publik atau initial public offering (IPO) beberapa waktu lalu.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...