IHSG Sesi I Lesu hingga Catat Net Sell Rp 943,75 Miliar, Ada Apa?

Nur Hana Putri Nabila
22 Juli 2026, 13:15
IHSG
Unsplash
Ilustrasi pergerakan IHSG yang melemah pada perdagangan harian.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup turun 0,39% ke level 6.315 pada perdagangan saham sesi pertama hari ini, Rabu (22/7). Sebanyak 238 saham menguat, 366 saham terkoreksi, dan 190 saham tidak bergerak.

Perdagangan hari ini mencatatkan aksi jual bersih investor asing atau net foreign sell hingga Rp 943,75 miliar. Secara terperinci, foreign buy (pembelian saham oleh investor asing) sebesar Rp 2,45 triliun dan foreign sell Rp 3,39 triliun.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi siang ini sebesar Rp 11,23 triliun dengan volume 28,93 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,81 juta kali. Adapun kapitalisasi pasar IHSG sesi pertama ini Rp 11.072 triliun.

Dari sebelas sektor yang ada di BEI, tujuh sektor terpantau lesu. Sektor yang mencatat penurunan terbesar yakni transportasi yang turun hingga 1,57%. Salah satu saham di sektor tersebut yang terkoreksi adalah PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) turun 4,55% ke Rp 630. 

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai koreksi IHSG kali ini, setelah menguat lebih dari 12% sejak awal Juli, masih tergolong sehat. Tekanan jual mulai muncul saat indeks mendekati area 6.200–6.400 yang menjadi level resistance kuat.

Namun, selama IHSG masih mampu bertahan di atas level support 6.200, tren penguatan jangka pendek dinilai masih terjaga. BRI Danareksa Sekuritas juga mencatat indikator MACD masih bergerak positif sehingga momentum bullish belum berubah.

Investor disarankan mencermati volume transaksi saat tekanan jual meningkat. Jika koreksi berlangsung dengan volume yang rendah, peluang IHSG untuk kembali melanjutkan penguatan masih terbuka.

“Apabila IHSG mampu menembus 6.400, hal tersebut akan menjadi konfirmasi bullish continuation, dengan target resistance berikutnya di kisaran 6.517 hingga 6.761,” tulis BRIDS, dalam analisisnya, Rabu (22/7).  

BRIDS juga menyebut pelaku pasar menantikan hasil RDG Bank Indonesia (BI). Sebagian pelaku pasar pun memperkirakan bank sentral itu masih berpotensi menaikkan BI rate sebesar 25 bps menjadi 6,00% guna menjaga stabilitas rupiah.

Selain keputusan suku bunga, investor juga akan mencermati pandangan BI terhadap prospek inflasi, nilai tukar, dan pertumbuhan ekonomi yang berpotensi menjadi katalis arah pergerakan IHSG selanjutnya.

Di sisi lain, bursa saham Asia didominasi naik. Indeks Shanghai Composite tumbuh 0,11% Straits Times naik 0,22%, dan Nikkei terangkat 0,15%. Sebaliknya Hang Seng turun 1,04%. 

Saham top gainers:

  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 2,35% ke Rp 1.305.
  • PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) naik 25% ke Rp 1.625.
  • PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) naik 19,51% ke Rp 98.

Saham top losers:

  • PT MD Entertainment Tbk (FILM) turun 9,13% ke Rp 1.195.
  • PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) turun 5,45% ke Rp 955.
  • PT RMK Energy Tbk (RMKE) turun 4,15% ke Rp 416.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...