Net Sell Asing Rp 80 Triliun Ytd, Kapan Capital Outflow di RI Bakal Mereda?

Karunia Putri
28 Juli 2026, 20:37
net sell asing
Katadata/Fauza Syahputra
Layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/7/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Investor asing masih melanjutkan aksi jual bersih (net sell) di pasar saham Indonesia. Kendati demikian, analis menilai tekanan arus modal keluar (capital outflow) berpotensi mereda apabila siklus kebijakan moneter ketat atau hawkish di negara-negara maju mulai berakhir.

Hawkish adalah sikap bank sentral yang mempertahankan kebijakan moneter ketat, seperti menaikkan atau menahan suku bunga di level tinggi untuk menekan inflasi. Kebijakan ini umumnya membuat investor lebih berhati-hati karena likuiditas berkurang dan biaya pinjaman meningkat, sehingga menekan minat terhadap aset berisiko, termasuk saham.

Sejak awal tahun (year to date) hingga perdagangan Selasa (28/7), investor asing membukukan aksi jual bersih mencapai Rp 80 triliun. Pada perdagangan hari ini saja, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 1,1 triliun.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, tekanan capital outflow berpotensi mulai mereda apabila pasar memperoleh kepastian bahwa siklus kebijakan moneter ketat global benar-benar telah berakhir.

Menurut dia, ketika bank sentral utama terutama Federal Reserve (The Fed) di AS mulai beralih ke kebijakan yang lebih akomodatif, selisih imbal hasil (yield differential) antara negara maju dan negara berkembang akan kembali menarik. Kondisi tersebut berpotensi mendorong arus modal asing kembali masuk ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Namun demikian, saya melihat faktor domestik juga sama pentingnya," ujar Nafan kepada Katadata.co.id, Selasa (28/7).

Nafan mengatakan, investor asing tidak hanya mempertimbangkan arah suku bunga global. Mereka juga mencermati stabilitas nilai tukar rupiah, prospek pertumbuhan ekonomi, konsistensi kebijakan pemerintah, likuiditas pasar, hingga perkembangan reformasi di pasar modal Indonesia.

Karena itu, berakhirnya fase hawkish memang menjadi katalis positif, tetapi belum tentu otomatis menghentikan capital outflow apabila faktor-faktor domestik belum sepenuhnya mendukung.

Ia memperkirakan volatilitas arus dana asing masih akan berlanjut dalam jangka pendek. Meski begitu, jika ketidakpastian global mulai mereda dan fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga, peluang terjadinya net foreign inflow akan semakin besar pada paruh kedua tahun ini.

Pada pekan ini, pelaku pasar tengah menantikan keputusan moneter The Fed. Imbasnya investor bersikap lebih berhati-hati dalam menentukan keputusan investasi. Bloombergs Economics memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga, tetapi menyampaikan nada yang lebih Hawkish. 

"Kami memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga dengan nada hawkish. Gubernur Kevin Warsh kemungkinan menegaskan inflasi masih tertalu tinggi dan tetap membuka peluang kenaikan suku bunga pada September, meski data inflasi Juni yang lebih lemah diperkirakan cukup mencegah kenaikan bulan ini," kata dia.

Daftar 10 Saham yang Paling Banyak Dijual Asing Hari Ini (28/7):

  1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Rp 150 miliar
  2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Rp 135,6 miliar
  3. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), Rp 50,9 miliar
  4. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), Rp 48,4 miliar
  5. PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Rp 47,9 miliar
  6. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), Rp 44 miliar
  7. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), Rp 32,2 miliar
  8. PT Indika Energy Tbk (INDY), Rp 31,8 miliar
  9. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), Rp 30,6 miliar
  10. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), Rp 30,3 miliar

(Sumber: data Stockbit Sekuritas)

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...