Adu Kinerja Emiten Prajogo CUAN, BREN, BRPT, TPIA, CDIA Semester I 2026
Emiten-emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu membukukan kinerja yang bervariasi hingga semester pertama 2026. Ada yang melonjak naik, ada pula yang merosot.
Salah satu yang menarik perhatian investor adalah laba PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang tercatat melonjak hingga 30 Juni 2026. Sebaliknya, Grup Chandra Asri PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) justru lesu. Selain itu, laba PT Barito Pacific (BRPT) juga turun.
Laba bersih BREN melonjak 33,1% secara tahunan (YoY) menjadi US$ 87,14 juta atau sekitar Rp 1,57 triliun (kurs Rp 18.027 per dolar AS) pada semester I 2026, dari US$ 65,47 juta atau sekitar Rp1,18 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, pendapatan BREN tumbuh 11,5% YoY menjadi US$ 334,43 juta atau sekitar Rp 6,03 triliun, dibandingkan US$ 300,07 juta atau sekitar Rp 5,41 triliun pada semester I 2025.
Berikutnya, laba bersih CUAN melonjak menjadi US$ 19,78 juta atau sekitar Rp 356,6 miliar pada semester I 2026. Angka itu melesat hingga 919,6% YoY dari US$ 1,94 juta atau sekitar Rp 35 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan CUAN juga melesat 59,3% YoY menjadi US$ 736,10 juta atau sekitar Rp 13,27 triliun. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, emiten itu hanya membukukan pendapatan sebesar US$ 462,11 juta atau sekitar Rp 8,33 triliun pada semester I 2025.
| No | Nama Perusahaan | Kode Emiten | Pendapatan Semester I 2026 | YoY | Laba Bersih Semester I 2026 | YoY |
| 1 | PT Barito Renewables Energy Tbk | BREN | US$334,43 juta (±Rp6,03 triliun) | ? 11,5% | US$87,14 juta (±Rp1,57 triliun) | ? 33,1% |
| 2 | PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk | CUAN | US$736,10 juta (±Rp13,27 triliun) | ? 59,3% | US$19,78 juta (±Rp356,6 miliar) | ? 919,6% |
| 3 | PT Chandra Asri Pacific Tbk | TPIA | US$5,34 miliar (±Rp96,26 triliun) | ? 83,6% | US$283,23 juta (±Rp5,11 triliun) | ? 77,5% |
| 4 | PT Chandra Daya Investasi Tbk | CDIA | US$82,15 juta (±Rp1,48 triliun) | ? 22,8% | US$17,28 juta (±Rp311,5 miliar) | ? 74,5% |
| 5 | PT Barito Pacific Tbk | BRPT | US$5,69 miliar (±Rp102,50 triliun) | ? 76,1% | US$190,48 juta (±Rp3,43 triliun) | ? 64,7% |
Sumber: Laporan keuangan semester pertama 2026, seluruh konversi ke rupiah menggunakan kurs Rp18.027 per US$.
Kinerja CDIA, TPIA, hingga BRPT
Laba yang diraup dua emiten Grup Chandra Asri, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan anak usahanya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), anjlok pada semester pertama 2026. Merujuk laporan keuangan semester I 2026, TPIA membukukan laba US$ 283,23 juta atau sekitar Rp 5,11 triliun pada paruh pertama tahun ini.
Torehan itu merosot 77,53% YoY dibandingkan laba pada periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 1,26 miliar atau sekitar Rp22,71 triliun.
Penurunan laba terjadi kala pendapatan perseroan meningkat 83,6% YoY. TPIA membukukan pendapatan sebesar US$ 5,34 miliar atau sekitar Rp 96,26 triliun pada semester I 2026, meningkat dari US$ 2,91 miliar atau sekitar Rp 52,46 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara CDIA membukukan laba bersih sebesar US $17,28 juta atau sekitar Rp 311,5 miliar pada semester I 2026. Capaian itu turun 74,5% YoY dari US$ 67,84 juta atau sekitar Rp 1,22 triliun.
Akan tetapi, pendapatan CDIA naik 22,8% YoY menjadi US$ 82,15 juta atau sekitar Rp 1,48 triliun, dari US$ 66,87 juta atau sekitar Rp 1,21 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Adapun laba bersih BRPT mencapai US$ 190,48 juta atau sekitar Rp 3,43 triliun hingga semester I 2026. Angka tersebut anjlok 64,7% YoY dari US$ 539,82 juta atau sekitar Rp 9,73 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Namun pendapatan BRPT melonjak 76,1% secara tahunan menjadi US$ 5,68 miliar atau sekitar Rp 102,50 triliun. Pada semester pertama 2025, BRPT hanya meraup US$ 3,22 miliar atau sekitar Rp 58,20 triliun.
*Penafian:
Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab investor. Artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
