FTSE Pangkas Bobot MAPI Jadi 12,7% seusai Tender Offer Serap 6 Miliar Saham
Lembaga penyedia indeks global FTSE Russell memangkas bobot investasi (investability weighting) saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menyusul tender offer yang dilakukan pengendali baru. Aksi korporasi itu menyerap 6,02 miliar saham atau 36,24% dari total saham beredar.
Kendati demikian, dalam pengumuman pada Selasa (4/8), FTSE Russell menyatakan MAPI tetap menjadi konstituen FTSE Global Small Cap Index. Namun, bobot investasinya dipangkas signifikan dari 45,24% menjadi 12,76%. Perubahan tersebut efektif berlaku mulai 7 Agustus 2026.
FTSE Russell menjelaskan, penyesuaian dilakukan menyusul aksi tender offer tunai (cash tender offer) yang dilakukan Samudra Investment Pte Ltd dan Ocean Continuum Pte Ltd.
"Menyusul pengumuman perusahaan mengenai penawaran tender tunai untuk Mitra Adiperkasa serta mengacu pada ketentuan perubahan free float perusahaan target dalam panduan aksi korporasi, FTSE Russell mengubah bobot indeks dan berikut tanggal efektifnya," tulis FTSE Russell dalam pengumumannya, dikutip pada Rabu (5/8).
Penurunan bobot tersebut mencerminkan menyusutnya porsi saham publik (free float) MAPI setelah pelaksanaan tender offer. Meskipun jumlah saham beredar perseroan tetap sekitar 16,6 miliar lembar, saham yang dinilai tersedia untuk diperdagangkan oleh investor publik berkurang, sehingga bobotnya dalam indeks ikut dipangkas.
Selain FTSE Global Small Cap Index, FTSE Russell juga menyesuaikan bobot MAPI pada enam indeks seri Russell RAFI, yakni Russell RAFI Global Index, Russell RAFI Global Small Company Index, Russell RAFI Emerging Index, Russell RAFI Emerging Small Company Index, Russell RAFI Global ex US Index dan Russell RAFI Global ex US Small Company Index. Seluruh perubahan tersebut juga berlaku efektif pada 7 Agustus 2026.
Russell RAFI adalah kelompok indeks yang menggunakan fundamental perusahaan, seperti penjualan, laba, arus kas, nilai buku dan dividen sebagai dasar pembobotan, bukan semata-mata kapitalisasi pasar. Meskipun menggunakan metodologi berbeda, FTSE Russell tetap menyesuaikan parameter free float MAPI setelah aksi korporasi tersebut.
Aksi Tender Offer Pengendali MAPI Serap 36% Saham Beredar
Sebelumnya, MAPI mengumumkan pelaksanaan mandatory tender offer (MTO) yang menyerap 6,02 miliar saham. Jumlah itu setara 36,24% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan dengan nilai transaksi sekitar Rp 9,32 triliun.
Tender offer tersebut dilakukan Samudra Investment Pte Ltd (SIPL) dan Ocean Continuum Pte Ltd (OCPL) atas penunjukan pengendali baru MAPI yaitu Pacific Universal Investments Pte Ltd (PUIPL). Dalam pelaksanaannya, sebanyak 796 pemegang saham melepas 6.015.151.902 saham melalui mekanisme mandatory tender offer.
Secara terperinci, SIPL mengakuisisi 4,98 miliar saham atau 30% kepemilikan MAPI dengan harga Rp 1.550 per saham, sehingga nilai transaksinya mencapai sekitar Rp 7,72 triliun. Sementara itu, OCPL membeli 1,04 miliar saham atau 6,24% saham MAPI dengan harga yang sama senilai sekitar Rp 1,60 triliun.
Dengan demikian, total transaksi yang terealisasi dalam mandatory tender offer mencapai sekitar Rp 9,32 triliun.
Setelah transaksi tersebut rampung, Pacific Universal Investments tetap menguasai 51% saham MAPI secara langsung. Sementara SIPL memiliki 30% saham dan OCPL menguasai 6,24%.
Struktur tersebut membuat saham Pacific Universal Investments di MAPI meningkat menjadi 87,24%, yang terdiri atas kepemilikan langsung sebesar 51% dan kepemilikan tidak langsung melalui SIPL serta OCPL sebesar 36,24%.
SIPL dan OCPL menegaskan keduanya hanya bertindak sebagai pihak yang ditunjuk Pacific Universal Investments untuk melaksanakan mandatory tender offer dan bukan merupakan pemegang saham pengendali MAPI.
