ETF Emas Resmi Meluncur, Manajer Investasi Bocorkan Target AUM Akhir Tahun

Karunia Putri
10 Agustus 2026, 12:17
Ilustrasi ETF emas sebagai salah satu produk investasi.
Katadata/ChatGPT
Ilustrasi ETF emas sebagai salah satu produk investasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Exchange traded fund (ETF) emas baru saja resmi diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai hari ini Senin (10/8). Para manajer investasi (MI) pun menyampaikan target dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka untuk varian baru produk investasi itu.

Dari lima MI yang meluncurkan ETF emas hari ini, dua di antaranya menargetkan dana kelolaan mencapai ratusan miliar rupiah hingga akhir 2026. Salah satunya adalah PT Syailendra Capital lewat produk Syailendra ETF Sharia Gold yang berkode XSGO.

Presiden Direktur PT Syailendra Capital, Fajar R Hidayat mengatakan, pihaknya menargetkan AUM untuk XSGO mencapai Rp 100 miliar hingga Rp 200 miliar pada akhir tahun ini. Menurut Fajar, potensi ETF emas di kalangan investor institusi cukup besar. Namun, penetrasi produk tersebut kepada investor ritel masih membutuhkan edukasi, terutama terkait mekanisme pembelian ETF di pasar modal.

"Kalau investor institusi, saya rasa ETF emas sudah sangat aman. Saya rasa banyak institusi yang akan tertarik (pada produk ini)," kata Fajar ketika ditemui seusai seremoni peluncuran ETF emas di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (10/8).

Sementara untuk investor ritel, Fajar memandang edukasi menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong pertumbuhan ETF emas. Menurut dia, karakteri emas yang sederhana dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.

Dia beranggapan, peluncuran ETF emas di tengah kondisi pasar emas global mulai melandai justru memberikan potensi untuk menarik minat investor ritel sekaligus memberikan alternatif bagi investor institusi yang selama ini memiliki kendala dalam mengakses emas sebagai aset dasar investasi.

"Jadi alternatif investasi saja. Justru bagus, pilihannya jadi banyak," ujarnya.

Direktur Utama PT Trimegah Asset Management, Antony Dirga, juga menargetkan dana kelolaan ETF emas perseroan mencapai ratusan miliar rupiah hingga akhir tahun. Kendati demikian, dia tidak menyebutkan angka pasti target untuk produk yang diberi nama Trimegah Syariah ETF Emas dengan kode XTRA itu.

"Mudah-mudahan sampai akhir tahun bisa beberapa ratus miliar (rupiah). Jadi saya kira semangatnya sama-sama, kita berlima bersama-sama menunjukkan ETF emas," kata Antony.

Menurut Antony, kehadiran ETF emas dapat menjadi alternatif baru bagi masyarakat untuk berinvestasi emas melalui pasar modal. Produk tersebut diperdagangkan di BEI sehingga investor dapat melakukan transaksi di pasar sekunder seperti halnya saham. Produk tersebut mulai aktif diperdagangkan pada Senin (10/8).

"Ini bisa menjadi cara baru buat masyarakat untuk berinvestasi emas di pasar modal," ujarnya.

Antony menuturkan, selama ini masyarakat sudah memiliki berbagai pilihan untuk berinvestasi emas secara digital melalui sejumlah platform. Namun, instrumen emas berbentuk ETF belum tersedia di pasar modal Indonesia.

Menurut dia, pencatatan ETF emas di bursa juga memperluas akses produk tersebut. Tidak hanya investor ritel, investor institusi juga dapat mengakses instrumen tersebut.

Antony menilai potensi investasi emas di Indonesia masih besar. Menurut dia, pergerakan harga emas secara global memang bersifat siklikal sehingga mengalami fase kenaikan dan penurunan. Namun, perkembangan ETF emas di sejumlah negara menunjukkan instrumen tersebut memiliki ruang pertumbuhan.

5 Produk ETF Emas

Seperti disebutkan sebelumnya, lima produk ETF emas yang meluncur di BEI hari ini dikelola lima manajer investasi. Kelima produk itu adalah Trimegah Syariah ETF Emas dengan kode XTRA dan harga perdana Rp 248 per unit, serta Mandiri ETF Emas dengan kode XMES dan harga perdana Rp 757 per unit.

Selanjutnya, BRI MI Gold ETF Syariah dengan kode XDES dan harga perdana Rp 1.000 per unit, Syailendra ETF Sharia Gold dengan kode XSGO dan harga perdana Rp 1.000 per unit, serta Premier ETF Gold Sharia Indonesia dengan kode XGLD dan harga perdana Rp 256 per unit.

Kelima produk tersebut masing-masing dikelola oleh PT Trimegah Asset Management, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BRI Manajemen Investasi, PT Syailendra Capital, dan PT Indo Premier Investment Management.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...