Telkom (TLKM) Spin-off Tahap II InfraCo Rp 49,86 T, Target September 2026
Emiten telekomunikasi PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) berencana melanjutkan pemisahan unit bisnis atau spin-off Wholesale Fiber Connectivity atau InfraCo Tahap 2 kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau InfraNexia. Nilai transaksinya mencapai Rp 49,86 triliun.
Rencana itu merupakan lanjutan dari proses pemisahan InfraCo Tahap I yang telah dilakukan pada Januari 2026. Dalam transaksi tahap 2 ini, TLKM akan mengalihkan segmen usaha Wholesale Fiber Connectivity kepada TIF melalui pemisahan tidak murni (spin-off) dengan skema nontunai.
Sebagai kompensasi atas pengalihan tersebut, TIF akan menerbitkan 498,58 juta saham baru kepada TLKM dengan nilai konversi Rp 100.000 per saham. Setelah transaksi, kepemilikan Telkom di TIF akan menjadi 99,9999999%, sedangkan PT Multimedia Nusantara akan memiliki 0,0000001% saham TIF.
Adapun rencana pemisahan tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Telkom pada 30 September 2026. Pengalihan aset dan bisnis senilai total Rp 85,7 triliun akan memperkuat InfraNexia dalam mengelola dan mengembangkan lebih dari 90% aset jaringan Telkom.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini mengatakan, pelaksanaan spin-fff InfraCo Tahap 2 menjadi upaya mempercepat transformasi bisnis TelkomGroup. Langkah itu juga sejalan dengan Danantara Asset Management (DAM) untuk mengonsolidasikan aset-aset BUMN.
Menurut Dian, pemisahan tersebut memungkinkan TLKM lebih fokus dalam mengelola aset infrastruktur digital. Dengan begitu, perseroan dapat lebih cepat merespons peluang pasar, memperluas kerja sama, dan menciptakan nilai jangka panjang.
Selain itu, langkah tersebut mendukung percepatan strategi TLKM 30, terutama melalui pilar unlock value. Strategi itu dilakukan dengan mempercepat monetisasi aset infrastruktur bernilai tinggi, termasuk data center, tower, dan jaringan fiber, guna membuka sumber pertumbuhan baru bagi Telkom.
“Spin-Off InfraCo Tahap 2 sebagai langkah strategis dalam perjalanan transformasi TLKM 30 untuk memperkuat InfraNexia sebagai mesin pertumbuhan baru," ujar Dian.
Setelah pengalihan portofolio bisnis dan aset rampung, InfraNexia akan menguasai lebih dari 90% aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya dimiliki Telkom. Portofolio itu terdiri atas jaringan akses pelanggan, core backbone, hingga berbagai infrastruktur pendukung lainnya.
Dengan tambahan aset tersebut, InfraNexia akan mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik, termasuk 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang membentang di seluruh Indonesia. Panjang jaringan tersebut setara dengan hampir tiga kali keliling bumi.
Kepemilikan aset tersebut semakin memperkuat posisi InfraNexia sebagai penyedia layanan wholesale connectivity yang berfokus pada pengembangan infrastruktur konektivitas digital nasional. Dian menambahkan, Spin-Off InfraCo Tahap 2 juga diarahkan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.
“Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan strategic initiative dari TelkomGroup yang tidak hanya bertujuan untuk menghadirkan bisnis infrastruktur yang lebih fokus, agile, dan berdaya saing,” ucap Dian
Perkiraan Jadwal Waktu Spin-Off:
- Pemberitahuan RUPS kepada OJK: 31 Juli 2026
- Pengumuman Rancangan Pemisahan di Surat Kabar dan Keterbukaan Informasi: 7 Agustus 2026
- Pengumuman Ringkasan Rancangan Pemisahan kepada Karyawan Perseroan: 7 Agustus 2026
- Pengumuman RUPS: 7 Agustus 2026
- Batas Akhir Pengajuan Keberatan Kreditor: 21 Agustus 2026
- Pemanggilan RUPS: 8 September 2026
- RUPS: 30 September 2026
- Penandatanganan Akta Pemisahan: 30 September 2026
- Pemberitahuan Hasil RUPS (Ringkasan Risalah RUPS): 2 Oktober 2026.
