Saham RANS Dihantam Aksi Jual hingga 1 Juta Lot Setelah Sebulan IPO
Saham PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) babak belur dalam sebulan terakhir hingga anjlok 10,43%. Meskipun pada perdagangan saham sesi pertama hari ini, Jumat (21/8) saham RANS naik 3%, investor berbondong-bondong menjual sahamnya hingga mencapai 1,04 juta lot.
Terpantau antrean jual saham milik pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu jauh lebih besar dibandingkan antrean belinya yang hanya 373,09 ribu lot.
Padahal RANS baru melantai di bursa pada Jumat (10/7) bulan lalu dengan menetapkan harga IPO do Rp 170 per saham. Saat itu sahamnya dibuka langsung tembus batas atas atau auto rejection atas (ARA) hingga 34,12% ke harga Rp 228 per saham.
Tak hanya itu, RANS menawarkan sebanyak 2,52 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Alhasil RANS berpotensi menghimpun dana Rp 429,25 miliar dari aksi IPO.
Di balik rencana aksi korporasi itu, investor juga perlu mencermati kondisi operasional sejumlah entitas anak usaha perseroan. Berdasarkan prospektus, terdapat tujuh anak usaha RANS hingga saat ini tercatat tidak beroperasi. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di berbagai bidang, mulai dari restoran, penyelenggara acara (event organizer), klub olahraga digital, taman rekreasi dan konservasi, hingga jasa dan perdagangan.
Misalnya PT Rans Keluarga Bersama, PT Rans Olahraga Digital, PT Rans Karnaval Internasional, PT Rans Karnaval Indonesia, PT Rans Boga Indonesia (RBI), PT Manusia Masa Depan, dan PT Rans Surya Aktivasi. Sebagian besar didirikan pada periode 2021–2022.
Kinerja Keuangan Tahun Buku 2025
Seiring dengan itu, kinerja keuangan RANS Entertainmen Indonesia babak belur sepanjang 2025. Pendapatan perseroan merosot 13,91% secara tahunan menjadi Rp 353,37 miliar, dari Rp 410,49 miliar pada 2024.
Penurunan tersebut dipicu merosotnya pendapatan dari segmen brand ambassador dan talent management yang anjlok 51,55% menjadi Rp 51,92 miliar. Selain itu, pendapatan dari penjualan produk makanan, minuman, dan kecantikan berbasis intellectual property (IP) juga turun 12,69% menjadi Rp 107 miliar. Perseroan juga tidak lagi memperoleh kontribusi dari segmen olahraga setelah melepas anak usaha PT Rans Prestisius Klub Sepakbola pada 2024.
Sejalan dengan penurunan pendapatan, laba bersih RANS ikut merosot 41,6% menjadi Rp 56,68 miliar pada 2025, dari Rp 97,07 miliar pada tahun sebelumnya. Perseroan menjelaskan penurunan laba tersebut dipengaruhi oleh tingginya basis perbandingan pada 2024 yang ditopang keuntungan nonberulang (non-recurring) sebesar Rp 44,94 miliar dari pelepasan entitas anak. Pada periode yang sama, perusahaan juga membukukan rugi dari operasi yang dihentikan sebesar Rp 10,46 miliar.
Rencana IPO Buat Bayar Utang
Apabila menilik rencana usai IPO, RANS berencana menggunakan dana segar itu untuk berbagai kebutuhan strategis perusahaan. Sebagian dana, yakni sekitar 6,98% akan digunakan untuk pelunasan dipercepat pinjaman kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Selain itu, sekitar 18,64% dialokasikan untuk belanja modal pembangunan wahana bermain dan edukasi Cipungland yang menjadi salah satu proyek pengembangan bisnis. Porsi terbesar lainnya, yakni sekitar 37,61%, akan digunakan sebagai modal kerja untuk penyelenggaraan konser yang menghadirkan artis lokal maupun internasional di berbagai kota di Indonesia.
Di sisi lain, sekitar 8,15% dana IPO akan dipakai untuk mendirikan perusahaan patungan bersama PT Feedloop Global Teknologi dalam rangka pengembangan bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI). Kemudian, sekitar 19,80% dialokasikan untuk mengakuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina). Adapun sisa dana yang ada akan disetorkan sebagai tambahan modal kepada entitas anak RNS demi mendukung pengembangan usaha sekaligus memperluas jaringan bisnis perusahaan.
