Belum Dapat Lampu Hijau OJK, Entitas UGM (SWAP) Tunda IPO

Nur Hana Putri Nabila
2 September 2026, 16:26
IPO
vecteezy.com/ecaterina tolicova
Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Entitas Universitas Gajah Mada (UGM), PT Swayasa Prakarsa, harus menunda rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) mereka di Bursa Efek Indonesia (BEI). Apa pasal?

Sedianya, calon emiten yang bergerak di sektor kesehatan itu dijadwalkan melantai di bursa pada 10 September 2026 dengan masa penawaran umum atau offering pada 2–8 September 2026. Akan tetapi, hingga kini masih belum jelas kelanjutan dari proses IPO tersebut.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin mengatakan, bursa telah menerima surat permohonan penundaan pelaksanaan IPO PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) pada Selasa (1/9) kemarin.

Menurut dia, entitas UGM itu harus menunda IPO karena hingga 1 September 2026 belum memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sementara itu, masa berlaku laporan keuangan per 28 Februari 2026 yang digunakan sebagai dasar proses penawaran umum hanya sampai 31 Agustus 2026.

“Swayasa Prakarsa belum memperoleh pernyataan efektif dari OJK untuk melaksanakan penawaran umum,” ucap Saidu kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/9). 

Dalam hajatan penawaran umum itu, SWAP menawarkan sebanyak-banyaknya 323 juta saham baru atau setara 30,30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Saham tersebut ditawarkan di kisaran harga Rp 130 hingga Rp 140 per saham. 

Melalui aksi korporasi itu, SWAP berpotensi meraup dana segar hingga mencapai Rp 45,22 miliar. Adapun emiten di sektor kesehatan itu menunjuk PT Sukadana Prima Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Rencananya, dana hasil IPO sebesar Rp 15,8 miliar dialokasikan sebagai modal kerja untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk. Perseroan juga mengalokasikan sekitar Rp 12,2 miliar dana hasil IPO untuk belanja modal atau capital expenditure (capex).

Selain itu, perseroan akan menggunakan Rp 12 miliar untuk pembayaran utang. Secara terperinci, sebesar Rp 2 miliar untuk melunasi utang kepada PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM) dan Rp 10 miliar kepada Yayasan Universitas Gadjah Mada (YUGM).

Catat Rugi Rp 570 Juta per Februari 2026

Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan SWAP pada dua bulan pertama 2026 mencapai Rp 588,87 juta, naik 28,16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 459,48 juta. Kenaikan terutama berasal dari penjualan produk Insahunt dan TopClean RSF Handrub.

Meski pendapatan meningkat, perseroan masih mencatatkan rugi bersih Rp 570,59 juta hingga Februari 2026. Kerugian tersebut menyusut 41,70% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 978,70 juta.

Apabila melihat kinerja keuangan Tahun Buku 2025, pendapatan SWAP tercatat Rp 7,12 miliar, turun 30,25% dari Rp 10,21 miliar pada 2024, akibat penurunan penjualan Ventilator V-01.

Pada 2025 SWAT mencatatkan laba Rp 1,42 miliar pada 2025. Angka itu anjlok 58,97% dari laba tahun buku 2024 sebesar Rp 3,46 miliar. 

Pengendali dan Komposisi Pemegang Saham Usai IPO

Setelah IPO, PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM) menjadi pemegang saham mayoritas sebanyak 67,72% atau 721.898.050 saham. Lalu Universitas Gadjah Mada (UGM) sebesar 1,88% atau 20.009.190 saham dan PT Radio Swaragama sebesar 0,05% atau 549.920 saham. 

Pemegang SahamJumlah Saham Setelah IPOKepemilikan
PT Gama Multi Usaha Mandiri721.898.05067,72%
Universitas Gadjah Mada20.009.1901,88%
PT Radio Swaragama549.920,05%
Bondan Ardiningtyas542.840,05%
Masyarakat323.000.00030,30%
Total1.066.000.000100,00%

Sumber: prospektus perusahaan

Berdasarkan Surat Pernyataan Pengendali Perseroan tertanggal 12 Agustus 2026, Universitas Gadjah Mada (UGM) tercatat sebagai pemegang saham pengendali PT Swayasa Prakarsa. UGM yang diwakili Rektor Prof dr Ova Emilia, MMedEd, SpOG(K), PhD menegaskan tidak akan melepas kendalinya atas perseroan selama 12 bulan sejak tanggal efektif pernyataan pendaftaran IPO.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...