IHSG Hari Ini Berpotensi Turun, Analis Jagokan Saham AADI, ASII hingga BRMS
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan turun pada perdagangan Selasa (15/9). Seiring dengan itu, analis merekomendasikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Astra International Tbk (ASII) hingga PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan IHSG akan melanjutkan tren turun untuk menguji support klaster Fibonacci di level 6.290 sekaligus garis SMA-60 setelah kegagalan untuk bertahan di atas garis SMA-20 kemarin.
Menurutnya, potensi rebound muncul jika penutupan harian IHSG masih berada di atas kedua support tersebut.
“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish,” katanya dikutip Selasa (15/9).
Level support IHSG berada di 6.370, 6.290 dan 6.179. Sementara level resistennya berada di 6.752, 6.835, 6.916 dan 7.071.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.
Ivan merekomendasikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Astra International Tbk (ASII), PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).
Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, secara teknikal, sebenarnya pergerakan IHSG masih membentuk struktur bullish setelah berhasil rebound dari wave (iv) dengan membentuk pola dragonfly doji candle.
Berdasarkan indikator, MA20&60 berada dalam kondisi bullish crossover, sementara Stochastics KD dan RSI menunjukkan sinyal negatif. Namun demikian, volume mulai mengalami penaikan.
Adapun IHSG untuk perdagangan hari ini diproyeksikan cenderung variatif dan tidak menutup kemungkinan terhadap potensi rebound.
Untuk market Indonesia, perhatian investor sebaiknya diarahkan pada tiga variabel utama, yakni harga minyak dunia, arah yield US Treasury dan dolar AS, serta respons kebijakan Pemerintah maupun Bank Indonesia.
Apabila eskalasi geopolitik mulai mereda sehingga harga minyak turun dan yield global kembali stabil, bahkan fundamental domestik mampu memberikan penyangga, maka tekanan terhadap IHSG berpeluang mereda.
Nafan merekomendasikan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan target harga ke level 785, 905, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) dengan target harga ke level 148 dan 177 serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan target harga ke Rp 970, 1.040 dan 1.185.
