Wall Street Lesu, Saham AI Rontok hingga 7% usai Sorotan Keamanan Investasi

Karunia Putri
15 September 2026, 06:11
Wall Street
Wall Street
Wall Street
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup turun pada perdagangan Senin (14/9). Investor mencermati perubahan besar dalam rencana penawaran umum perdana (IPO) perusahaan kecerdasan buatan (AI) di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan teknologi tersebut. Investor juga mencermati pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) dan harga minyak.

Indeks S&P 500 ditutup turun 0,48% ke level 7.619,98. Sementara itu, Nasdaq Composite terkoreksi 0,56% menjadi 26.186,41. Dow Jones Industrial Average berkurang 152,09 poin atau 0,29% ke level 52.421,20.

Tekanan terjadi pada saham-saham perusahaan yang berkaitan dengan AI setelah CEO Anthropic Dario Amodei mengatakan perlambatan pengembangan kemampuan AI. Sejumlah tokoh teknologi besar lainnya turut mendukung usulan tersebut.

“Jelas, pernyataan sejumlah nama besar bahwa percepatan pengembangan model AI frontier perlu diperlambat mungkin menjadi kejutan bagi pasar. Namun, di satu sisi, hal ini justru terasa seperti apa yang diinginkan pasar,” kata Head of Equity Aptus Capital Advisors David Wagner dikutip dari CNBC, Selasa (15/9).

Menurut Wagner, perlambatan belanja modal atau capex perusahaan AI berpotensi menekan pertumbuhan laba. Namun, kondisi tersebut juga dapat meningkatkan arus kas bebas atau free cash flow perusahaan sehingga membuka ruang bagi ekspansi valuasi saham.

“Ditambah dengan banyaknya retorika terkait pemilu paruh waktu, kondisi ini dapat menciptakan lingkungan di mana saham-saham terus mengambil jeda,” katanya.

Dalam sebuah laporan pada Sabtu (12/9), Amodei mengatakan perusahaan AI perlu memperlambat laju inovasi untuk pengembangan model AI terbaik mereka karena adanya risiko keamanan. 

Nvidia turun 3%, sedangkan Broadcom dan Advanced Micro Devices masing-masing merosot lebih dari 4%. Saham Intel anjlok lebih dari 5%, sementara Marvell Technology rontok lebih dari 7%.

Sementara itu, CEO OpenAI Sam Altman mengatakan dalam wawancara pada Sabtu bahwa pelaksanaan IPO OpenAI tahun ini merupakan langkah yang tidak bijaksana.

Di sisi lain, harga minyak naik setelah Arab Saudi menutup jaringan pipa utama yang menjadi jalur alternatif untuk menghindari Selat Hormuz. Namun, harga minyak kemudian turun dari level tertingginya.

Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,34% dan ditutup pada US$ 101,39 per barel. Sementara itu, kontrak Brent naik 1,02% menjadi US$ 105,68 per barel.

Harga minyak mentah AS telah menembus US$ 100 per barel pada pekan lalu untuk pertama kalinya sejak Mei di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Lonjakan harga minyak tersebut turut menekan tiga indeks saham utama AS.

Investor juga bersiap menghadapi pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pada September yang berlangsung pekan ini.

Berdasarkan alat FedWatch milik CME, pelaku pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed mencapai sekitar 92%.

Imbal hasil Treasury AS melonjak pada Senin menjelang pertemuan tersebut. Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun sempat mencapai level tertinggi sejak Oktober 2023.

Namun, imbal hasil kemudian berbalik turun. Imbal hasil Treasury 10 tahun terakhir tercatat naik sedikit lebih dari 1 basis poin menjadi 4,987%.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...