IHSG Berpotensi Loyo Usai Suku Bunga AS Naik, Analis Jagokan JPFA, UNVR, MBMA

Karunia Putri
17 September 2026, 06:31
Layar digital yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (14/8/2026). IHSG ditutup naik 0,56% ke 6.337 pada perdagangan sesi pertama dengan rincian sebanyak 292 saham menguat, 297 saham ter
Katadata/Fauza Syahputra
Layar digital yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (14/8/2026). IHSG ditutup naik 0,56% ke 6.337 pada perdagangan sesi pertama dengan rincian sebanyak 292 saham menguat, 297 saham terkoreksi, dan 196 saham lainnya tidak bergerak.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan turun pada perdagangan Kamis (17/9) setelah bank sentral Amerika Serikat The Fed menaikkan suku bunga acuan menjadi 3,75-4.00%.

Seiring dengan itu, analis merekomendasikan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) hingga PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). 

Senior Teknikal Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan IHSG akan bergerak konsolidasi pada perdagangan hari ini. Pergerakan itu dipengaruhi sentimen bank sentral AS The Fed menaikkan suku bunga acuan pertama sejak Juli 2023 sebesar 25 bps menjadi 3,75%–4,00%.

“Kenaikan 25 bps tersebut sebenarnya sudah priced in, sehingga faktor penentu pada 17 September bukan lagi keputusan kenaikannya, melainkan petunjuk ke depan Kevin Warsh dan proyeksi suku bunga berikutnya,” kata Nafan dalam risetnya dikutip Kamis (16/9).

Level support IHSG berada di 6.371 dan 6.290, sementara level resistennya berada di 6.566 dan 6.636.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Sebelum keputusan FOMC, Nafan menyebut pelaku pasar domestik sejatinya sudah menyiapkan diri terhadap respons IHSG karena kebijakan The Fed setelah September. 

Dengan kata lain, pasar menilai bahwa The Fed masih membuka peluang kenaikan berikutnya, maka tekanan terhadap aset berisiko termasuk saham Indonesia berpotensi berlanjut. 

Sementara itu, perhatian para pelaku pasar juga tertuju pada peluncuran Icomex atau Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, dengan timah menjadi komoditas strategis pertama yang diperdagangkan, serta implementasi kembali mekanisme short selling yang sudah dimulai sejak 15 September.

Faktor ini berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan dan likuiditas pasar. 

Nafan merekomendasikan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Sementara itu, analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi menuju support berikutnya, yaitu di level 6.290. Hal ini dikarenakan IHSG ditutup di bawah garis SMA-20 untuk hari yang ketiga pada hari Rabu.

Ivan merekomendasikan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), JPFA dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...