RUNS Matangkan Rencana IPO Anak Usaha eCampuz, Bersiap Luncurkan Bisnis Model AI

Karunia Putri
21 September 2026, 06:15
PT Global Sukses Solusi Tbk atau RUN System (RUNS)
PT Global Sukses Solusi Tbk atau RUN System (RUNS)
PT Global Sukses Solusi Tbk atau RUN System (RUNS)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS) tengah menyiapkan rencana membawa anak usahanya di bidang pendidikan yaitu PT Kampus Solusi Indonesia atau eCampuz untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Aksi korporasi tersebut ditargetkan dapat terealisasi paling cepat pada akhir 2027 atau 2028.

Direktur Utama Global Sukses Solusi Sony Rachmadi Purnomo mengatakan perseroan masih menyiapkan ukuran atau size perusahaan eCampuz sebelum melaksanakan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) agar siap melaksanakan aksi besar tersebut.

“Paling cepat akhir 2027 atau 2028. Begitu rencananya,” kata Sony dalam bincang-bincang bersama Katadata.co.id, Senin (15/9).

Menurut Sony, perseroan ingin memastikan skala bisnis eCampuz cukup besar sebelum melantai di bursa. Hal ini dilakukan agar aksi IPO dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan.

“Jadi IPO, tapi sizenya lagi disiapkan. Kalau terlalu kecil sayang,” ujarnya.

Perusahaan ini menyediakan platform sistem informasi dan manajemen terpadu yang dirancang khusus untuk membantu pengelolaan administrasi serta kegiatan akademik di perguruan tinggi. Sejak awal tahun ini, perseroan sudah menyediakan sistem untuk sekolah dasar hingga menengah atas.

Sony mengatakan, meski platform untuk sekolah dasar dan menengah terbilang baru, namun pengguna sistem ini sudah banyak digunakan. Bahkan, jumlah pengguna di jenjang pendidikan tersebut terus bertambah sejak produk untuk segmen tersebut diluncurkan tahun ini.

Untuk segmen perguruan tinggi, jumlah pengguna eCampuz secara agregat telah mencapai sekitar 3 juta mahasiswa. Sementara itu, pengguna dari jenjang SD hingga SMA saat ini telah mencapai puluhan ribu siswa. Pengguna eCampuz juga mulai tersebar di berbagai wilayah di luar Jawa, terutama Sumatra dan Kalimantan.

Menurut Sony, segmen pengguna sistem di pendidikan dasar hingga menengah memiliki potensi pasar yang besar karena jumlah pengguna lebih banyak. Selain itu, biaya produk yang ditawarkan untuk jenjang tersebut juga relatif lebih tinggi.

Pengembangan ini juga menjadi salah satu langkah perseroan untuk mengembangkan skala bisnis eCampuz hingga siap go public.

Produk eCampuz digunakan oleh sekolah swasta maupun negeri. Sementara di segmen perguruan tinggi, perseroan melihat peluang pertumbuhan masih terbuka karena semakin banyak kampus yang mulai mengadopsi sistem digital.

“Kampus-kampus itu makin banyak yang masuk, baik yang belum pernah adopsi digital sampai yang pindah dari yang lain,” kata Sony.

Sony menambahkan, perseroan ingin meningkatkan jumlah pengguna eCampuz terlebih dahulu sebelum merealisasikan IPO.

RUNS merupakan emiten penyedia solusi perangkat lunak Enterprise Resource Planning (ERP) untuk bisnis skala menengah hingga besar di sektor manufaktur, distribusi, perdagangan, dan jasa. Perusahaan mengembangkan produk dengan merek RUN System.

Ekosistem digital RUNS saat ini digunakan oleh lebih dari 2 juta pengguna dari lebih dari 13 industri.

RUNS juga terafiliasi dengan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melalui anak usahanya, PT Metra-Net, yang menggenggam 8,67% saham RUNS. Metra-Net merupakan anak usaha langsung Telkom dengan kepemilikan saham 100%.

Selain itu, PT Metra Digital Investama memiliki 2,86% saham RUNS. Metra Digital Investama merupakan perusahaan modal ventura yang kepemilikannya berada di bawah Telkom Metra.

Siapkan Produk Berbasis AI

Seiring dengan rencana pengembangan bisnis tersebut, RUNS juga tengah menyiapkan pengembangan baru untuk produk RUN System berbasis artificial intelligence (AI).

Sony mengatakan model AI tersebut nantinya akan ditanamkan langsung ke dalam sistem perusahaan sehingga dapat digunakan untuk mendukung kegiatan operasional. Produk tersebut juga disiapkan untuk digunakan oleh sejumlah perusahaan, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Model ini digunakan untuk operasional perusahaan. Model ini akan ditanam di dalam sistem,” ujarnya.

Menurut dia, pengembangan tersebut memungkinkan pengguna berinteraksi dengan sistem tanpa harus melalui menu aplikasi seperti sebelumnya. Teknologi tersebut juga memungkinkan pengguna memberikan perintah melalui suara.

“Bayangannya ini bukan seperti chatbot. Seseorang bisa memerintah tanpa mengetik, tapi by voice,” kata Sony.

Dia mencontohkan pengguna dapat memberikan perintah secara langsung melalui suara, seperti ketika ingin memesan kopi, tanpa harus membuka berbagai menu dalam aplikasi.

Pengembangan teknologi tersebut akan diperkenalkan RUNS melalui salah satu anak usahanya di bidang pendidikan dalam agenda Danantara pada 26 dan 28 Oktober 2026 di BSD.

Sony mengatakan teknologi tersebut berpotensi diterapkan pada berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, keuangan, logistik hingga teknologi.

Produk berbasis AI tersebut juga akan diimplementasikan terlebih dahulu pada salah satu produk anak usaha RUNS di bidang pendidikan. Jika hasil pengembangannya dinilai baik, teknologi tersebut akan diperluas ke sistem lainnya.

Selain itu, perseroan tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah entitas pemerintah, termasuk PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan BPJS.

Kinerja Keuangan RUNS

Berdasarkan laporan keuangan semester pertama 2026, RUNS membukukan rugi bersih Rp 2,31 miliar. Kerugian tersebut membengkak 44,37% dibandingkan dengan rugi bersih Rp 1,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan perseroan hingga akhir Juni 2026 tercatat Rp 8,47 miliar, turun 28,42% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 11,82 miliar.

Pendapatan tersebut berasal dari Digital SaaS Product sebesar Rp 4,69 miliar, Service Related Rp 120,37 juta, dan Project Based Rp 807 juta. Sementara itu, pendapatan dari pihak berelasi tercatat sebesar Rp 2,85 miliar.

Di lantai bursa, harga saham RUNS tercatat turun 4,17% ke level Rp 69 per saham pada perdagangan Selasa (15/9) pukul 10.12 WIB. Secara year to date (ytd), saham RUNS telah merosot 22,47%.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...