FTSE Naikkan Kelas Vietnam ke Emerging Market, Apa Dampaknya ke RI?

Karunia Putri
21 September 2026, 12:18
FTSE
Wikipedia
Bendera nasional Vietnam (ilustrasi).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

FTSE Russell menambahkan saham-saham di bursa efek Vietnam ke indeks pasar berkembang atau emerging market. Keputusan lembaga pengelola indeks global itu diperkirakan dapat menarik aliran dana asing hingga miliaran dolar AS ke pasar saham Vietnam. 

Masuknya saham-saham Vietnam ke indeks emerging market menjadi tonggak penting bagi Negeri Naga Biru setelah bertahun-tahun melakukan reformasi untuk menarik investor asing ke negara itu.

Mengutip Reuters, Vietnam telah masuk dalam daftar pantauan FTSE Russell sejak 2018 untuk naik ke kategori emerging market yang juga mencakup negara seperti Cina dan India. FTSE Russell memperkirakan masuknya Vietnam ke indeks tersebut dapat mengalihkan dana hingga US$ 6 miliar ke pasar saham negara tersebut.

Indeks acuan saham Vietnam, VN-Index (.VNI), dibuka naik 0,54% pada Senin (21/9), dipimpin oleh saham-saham perbankan sebelum memangkas sebagian kenaikannya.

Antisipasi kenaikan status tersebut juga mendorong kembali minat investor asing terhadap saham Vietnam. Berdasarkan data Bursa Efek Ho Chi Minh, investor asing mencatat pembelian bersih saham senilai 2,7 triliun dong Vietnam atau sekitar US$ 104 juta pada pekan lalu. Kendati demikian, secara kumulatif investor asing masih mencatatkan penjualan bersih sekitar 91 triliun dong.

Chief Global Markets Officer SSI Securities Corporation, Thomas Nguyen mengatakan, minat investor kemungkinan kembali mereda setelah euforia awal kenaikan status tersebut berakhir. "Saya memperkirakan pasar akan tetap relatif lesu hingga mendekati 2027," kata Nguyen dikutip Reuters, Senin (21/9).

Transisi Vietnam ke indeks emerging market akan dilakukan dalam empat tahap hingga 2027. Sebanyak 10% alokasi akan ditambahkan pada September 2026, kemudian 20% pada Maret 2027 serta masing-masing 35% pada Juni dan September 2027.

"Ketika kita semakin dekat dengan tahap inklusi berikutnya pada Maret, perhatian investor seharusnya kembali meningkat. Karena alokasi pada tahap tersebut akan lebih besar, investor lokal kemungkinan akan melihat dampak yang lebih nyata," ujar Nguyen.

Setelah kenaikan status tersebut, perusahaan manajemen aset Vanguard juga berencana meningkatkan investasinya di Vietnam menjadi sekitar US$ 2,5 miliar dalam beberapa tahun ke depan.

Kendati demikian, sejumlah tantangan masih membayangi pasar saham Vietnam, termasuk batas kepemilikan asing dan keterbatasan porsi saham yang beredar di publik atau free float pada sejumlah perusahaan.

Masuknya Vietnam ke indeks emerging market FTSE Russell juga kembali memunculkan ekspektasi terhadap peluang negara tersebut mendapatkan kenaikan status dari MSCI di masa mendatang.

Investor menilai penerapan mekanisme kliring melalui central counterparty (CCP) yang diperkirakan mulai diterapkan pada 2027 dapat membantu Vietnam memenuhi persyaratan akses pasar MSCI.

Nguyen mengatakan penerapan mekanisme CCP akan menjadi salah satu faktor penting dalam upaya Vietnam mendapatkan kenaikan status dari MSCI.

"FTSE berkaitan dengan akses ke pasar. Sementara MSCI berkaitan dengan skala. Itulah mengapa mekanisme central counterparty clearing menjadi hal yang sangat penting," kata dia.

Dampak ke Pasar Saham Indonesia

Investment Specialist Korea Investment Sekuritas Indonesia, Azharys Hardian mengatakan, potensi aliran dana asing yang masuk ke Vietnam diperkirakan mencapai sekitar US$ 6 miliar.

Menurut dia, nilai tersebut masih relatif kecil dibandingkan total kapitalisasi pasar saham Indonesia dalam indeks FTSE yang berada di kisaran US$ 72 miliar.

"Dampaknya ke Indonesia secara jangka pendek bukan bentuk perebutan langsung dana asing, melainkan menambah konfirmasi bahwa pasar ekuitas Indonesia saat ini masih berada dalam fase outflow atau tekanan keluarnya dana asing secara year to date," kata Azharys kepada Katadata.

Dia menuturkan, peristiwa tersebut lebih mencerminkan diversifikasi portofolio global yang mulai melirik Vietnam. Sementara itu, arus modal di pasar Indonesia masih menghadapi tantangan dari sisi likuiditas global.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di posisi 6.418, turun 0,36% secara intraday Senin (21/9) pukul 11.12 WIB. Sejak awal tahun, IHSG sudah terkoreksi 25,79%. Adapun investor asing mencatatkan nilai jual bersih atau net sell mencapai Rp 74,36 triliun sejak awal tahun.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...