Nasib Harta Low Tuck Kwong di Tengah Manuver Haji Isam, Masih Orang Terkaya RI?

Nur Hana Putri Nabila
22 September 2026, 11:13
Low Tuck Kwong
Forbes Asia/Muhammad Fadli
Low Tuck Kwong
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Konglomerat Low Tuck Kwong hingga kini masih menempati posisi orang terkaya di Indonesia di tengah manuver pengusaha Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam yang mau mengakuisisi 30% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Berdasarkan daftar The World’s Real-Time Billionaires Forbes per 21 September 2026 pukul 22.45 waktu Eastern Daylight Time (EDT), kekayaan Low Tuck Kwong tercatat US$ 18,2 miliar. Angka itu menempatkannya di posisi pertama orang terkaya di Indonesia.

Posisi selanjutnya diisi konglomerat Grup Barito, Prajogo Pangestu dengan US$ 16,3 miliar dan Grup Djarum, R. Budi Hartono dengan US$ 15,8 miliar. Selanjutnya Anthoni Salim menduduki posisi sebagai orang terkaya keempat dengan kekayaan US$10,9 miliar. Lalu posisi kelima diduduki Tahir dan keluarga sebesar US$ 9,41 miliar.

Berikut 20 orang terkaya versi Forbes Billionaires per 21 September waktu setempat:

No.NamaKekayaan
1Low Tuck KwongUS$ 18,2 miliar
2Prajogo PangestuUS$ 16,3 miliar
3R. Budi HartonoUS$ 15,8 miliar
4Anthoni SalimUS$ 10,9 miliar
5Tahir & familyUS$ 9,41 miliar
6Sri Prakash LohiaUS$ 8,77 miliar
7Otto Toto SugiriUS$ 8,31 miliar
8Marina BudimanUS$ 5,94 miliar
9Lim Hariyanto Wijaya SarwonoUS$ 5,04 miliar
10Theodore RachmatUS$ 4,71 miliar
11Sukanto TanotoUS$ 4,15 miliar
12Chairul TanjungUS$ 3,95 miliar
13Han Arming HanafiaUS$ 3,92 miliar
14Roberto HartonoUS$ 3,79 miliar
15Stefanus HartonoUS$ 3,79 miliar
16Vanessa HartonoUS$ 3,79 miliar
17Tessa Natalia HartonoUS$ 3,79 miliar
18Martua SitorusUS$ 3,50 miliar
19Haryanto TjiptodihardjoUS$ 3,50 miliar
20Agoes ProjosasmitoUS$ 3,39 miliar

Sumber: Forbes. 

Posisi Low Tuck Kwong sebagai orang terkaya tetap bertahan meski struktur kepemilikan BYAN memasuki babak baru. Low bersama putrinya, Elaine Low, telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama pada 16 September 2026 untuk mengalihkan 10 mimliar saham BYAN atau sekitar 30% saham perseroan. Meski begitu, transaksi aksi korporasi jumbo itu belum rampung. 

Seiring dengan itu pergerakan saham BYAN sempat melonjak sekitar 35%, dari Rp 10.200 pada 15 September menjadi Rp 13.825 pada 18 September. Namun pada perdagangan intraday hari ini, Selasa (22/9) saham BYAN terpantau merosot 3,62% ke Rp 12.650 per lembar saham. Dalam seminggu terakhir melonjak 24%, namun masih babak belur 19,43% secara year to date (ytd). 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...