Low Tuck Kwong Lepas 33,33 Juta Saham BYAN seusai Transaksi Crossing Jumbo

Karunia Putri
7 Oktober 2026, 15:24
Low Tuck Kwong
Forbes Asia
Pengusaha nasional yang juga pengendali PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pengendali emiten batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong, menjual puluhan juta sahamnya di perseroan itu. Aksi itu menyusul kabar bahwa pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam bersiap masuk untuk membeli saham BYAN di pasar negosiasi dalam nilai jumbo.

Berdasarkan laporan kepemilikan saham terbaru yang dikeluarkan BYAN, Low tercatat melepas 33.333.335 saham BYAN di bawah harga pasar, yaitu Rp 11.025. Alhasil, pascatransaksi tersebut, orang terkaya nomor wahid di Indonesia itu mengantongi dana mencapai Rp 367,5 miliar.

Tak sampai di situ, kepemilikan Low di BYAN pun jadi tergerus, dari semula 13.416.921.870 saham atau setara 40,25% menjadi 13.383.588.535 saham atau setara 40,15% dari total saham BYAN yang beredar saat ini. 

Sebelumnya, saham BYAN mencatatkan transaksi crossing di pasar negosiasi dalam jumlah besar yakni mencapai sekitar 1,48 miliar saham dengan nilai sekitar Rp 3,82 triliun pada perdagangan intraday hari ini, Rabu (7/10) pagi.

Senior Research Analyst Mirae Asset Sekuritas, Fauzan Luthfi Djamal, menyoroti bahwa berdasarkan data Bloomberg, transaksi pertama terjadi pada pukul 09.38.08 WIB dengan volume 705,03 juta saham pada harga Rp 2.588 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai Rp 1,82 triliun.

Selang sekitar satu menit, ada lanjutan transaksi crossing pada pukul 09.39.04 WIB dengan volume 772,45 juta saham pada harga yang sama, yakni Rp 2.588 per saham. Nilai transaksi kedua mencapai Rp 1,99 triliun.

Apabila melihat perdagangan intraday hari ini, Rabu (7/10) pukul 10.45 WIB, saham BYAN anjlok 5,95% ke Rp 12.650 dengan kapitalisasi pasarnya sebesar Ro 421,67 triliun. Volume yang diperdagangkan tercatat 4,14 juta saham dengan nilai transaksi Rp 55,81 miliar. Alhasil, transaksi crossing terjadi di harga diskon 76,53%. 

Transaksi jumbo itu seiring dengan manuver Haji Isam mengakuisisi emiten tambang batu bara milik Low Tuck Kwong itu. Melalui PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik Isam, jumlah saham yang akan dicaplok pengusaha berdarah Bugis itu bahkan bertambah dari sebelumnya.

Manajemen Bayan Resources mengatakan, jumlah saham biasa perusahaan yang akan dialihkan kepada PT Jhonlin Baratama bertambah menjadi 10.084.088.370 saham dari sebelumnya 10.000.000.500 saham atau sekitar 30%. Kendati demikian, manajemen belum mengungkapkan di harga berapa nilai aksi korporasi itu. 

Fauzan menyoroti transaksi crossing 30% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sesuai dengan perhitungannya sebelumnya.

Dari sisi harga, angka yang beredar di publik masih bersifat indikatif. Laporan sekitar 10 September menyebut nilai sekitar US$ 3 miliar untuk transaksi 62,2% saham BYAN. Angka tersebut muncul sebelum perjanjian Jhonlin Baratama, BYAN juga menyatakan tidak mengetahui adanya penawaran tersebut.

Apabila angka US$ 3 miliar tersebut digunakan sebagai acuan untuk menghitung nilai 30% saham BYAN, maka nilainya sekitar US$ 1,45 miliar atau sekitar Rp25,92 triliun dengan asumsi kurs: Rp 17.876. Fauzan menyoroti angka tersebut setara dengan kisaran Rp 2.530-Rp 2.590 per saham.

Tak hanya itu, ia juga mengatakan nilai tersebut jauh di bawah rata-rata harga saham BYAN selama 90 hari yang mencapai Rp 12.643. Dengan asumsi harga tersebut, valuasi BYAN berada pada kisaran 5,7-5,9 kali laba bersih, dibandingkan 26,9 kali pada penutupan perdagangan 22 September.

“Tapi jadi gambaran aja, di pasar nego ada yang nge-pricing BYAN di fundamental nya, itu di 20% current value, jadi sentiment negative, perhaps temporarily,” ucap Fauzan kepada Katadata.co.id, Rabu (7/10). 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...