IHSG Rawan Terkoreksi, Investor Bisa Pantau Saham-Saham Ini

Karunia Putri
13 Oktober 2026, 06:32
Layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/7/2026). IHSG ditutup turun 0,17% atau 10,65 poin ke level 6.185 dengan rincian sebanyak 307 saham turun, 341 naik, dan 147 saha
Katadata/Fauza Syahputra
Layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/7/2026). IHSG ditutup turun 0,17% atau 10,65 poin ke level 6.185 dengan rincian sebanyak 307 saham turun, 341 naik, dan 147 saham lainnya stagnan.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan turun pada perdagangan Rabu (13/10). Sejumlah saham bisa dipantau investor hari ini, seperti PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), hingga PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Tim riset BRI Danareksa mengatakan, IHSG berpotensi turun karena secara teknikal IHSG telah menembus level psikologis 6.000, sementara pola rising wedge dan head and shoulders serta MACD yang masih negatif mengindikasikan tekanan bearish. 

“Fokus berikutnya adalah mempertahankan support 5.850–5.900; jika zona ini ditembus, risiko pelemahan lanjutan meningkat,” tulis tim riset BRI Danareksa dikutip Selasa (13/10).

Sementara itu, 6.000–6.019 menjadi resistance terdekat yang disebut perlu direbut kembali untuk meredakan tekanan jual. 

Support adalah area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sementara resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Adapun pada perdagangan hari ini, pasar akan mencermati perkembangan konflik Timur Tengah dan pergerakan harga minyak. Selain itu, investor mulai mengantisipasi rilis CPI AS September pada Rabu (14/10), dengan konsensus inflasi tahunan naik menjadi 3,6% dari 3,4% pada Agustus. 

Jika realisasi melampaui ekspektasi, dolar AS berpotensi menguat dan menambah tekanan terhadap rupiah serta arus dana asing ke pasar domestik.

Tim riset BRI Danareksa merekomendasikan saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Sementara itu analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, memandang IHSG akan mendekati target koreksi berdasarkan analisis support Fibonacci di level 5.850. Menurutnya, setelah tercapainya level tersebut, IHSG diperkirakan dapat memulai rebound untuk memulai fase pemulihan jangka pendek. 

Level support IHSG berada di 5.850, 5.768 dan 5.607, sementara level resisten berada di 6.128, 6.273, 6.423 dan 6 552. Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish.

Ivan merekomendasikan saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Penafian:

Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...