Ancang-Ancang Danantara Mau Serok Saham BUMN kala IHSG Anjlok 11,57%

Nur Hana Putri Nabila
16 Oktober 2026, 18:29
CEO Danantara Rosan Roeslani (kiri) bersama Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyampaikan keterangan pers perkembangan pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Katadata/Fauza Syahputra
CEO Danantara Rosan Roeslani (kiri) bersama Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan keterangan pers perkembangan pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia menyatakan siap menampung saham-saham emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di tengah kondisi pasar modal yang babak belur.

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup anjlok 11,57% ke 5.185 pada perdagangan saham Jumat (16/10) ini. Hanya 10 saham yang menguat, sedangkan 775 saham lainnya terkoreksi dan 10 saham sisanya tidak bergerak. 

Anjloknya IHSG hari ini imbas dari pengumuman MSCI yang membuka opsi untuk menurunkan status pasar modal RI dari emerging market menjadi standalone market. Bila itu terjadi, Indonesia akan kehilangan statusnya sebagai pasar negara berkembang sehingga menjadi setara dengan negara yang sempat bangkrut yaitu Argentina, Lebanon, Ukraina, dan Zimbabwe.

Secara year to date (ytd) IHSG anjlok 40,04% dan tergelincir 19,50% dalam sebulan terakhir. 

Melihat hal itu, CEO Danantara Rosan Roeslani menilai koreksi pasar saham saat ini menjadi peluang investasi bagi SWF yang dipimpinnya. Menurut dia, koreksi pasar modal kali ini membuat valuasi emiten, termasuk emiten BUMN, yang saat ini sudah rendah.

Rosan mengatakan, Danantara melihat investasi sebagai penempatan modal jangka panjang, bukan sekadar mencari keuntungan dari transaksi jual beli saham dalam waktu singkat.

“Kami meyakini, melihat, dan menganalisis bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan kita ini sangat baik. Sangat baik, saya tekankan,” kata Rosan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (16/10). 

Dia mengeklaim saham perbankan pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) masih solid. “Tetapi valuasinya mungkin di bawah one time price-to-book value dan ini di bawah average dari median valuasi di peers industri-nya. Belum lagi di sektor infrastruktur, sektor telekomunikasi,” ucap Rosan.

Selain itu, dia menyebut Danantara melihat koreksi pasar saham saat ini sebagai peluang untuk berinvestasi dalam jangka panjang. Ia pun optimistis nilai perusahaan-perusahaan yang tercatat di BEI dapat meningkat di masa mendatang.

Menurut Rosan, tekanan pasar saat ini lebih dipengaruhi faktor teknikal, rumor, dan sentimen nonfundamental; bukan persoalan fundamental perusahaan. Karenanya, ia meminnta pelaku pasar fokus pada fundamental dan optimistis terhadap prospek pasar modal Indonesia.

Danantara, kata dia, siap memanfaatkan momentum koreksi itu untuk berinvestasi pada saham-saham di Indonesia.

“Oleh sebab itu, kami harus tetap melihat ini sebuah opportunity, optimis dan meyakini kami siap masuk karena melihat kembali lagi ini adalah momen yang sangat baik untuk kita berinvestasi ke saham-saham yang ada di Indonesia,” ujar Rosan. 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...