CIMB Niaga (BNGA) Dikabarkan Kaji Opsi Delisting, Saham Dinilai Undervalued

Karunia Putri
21 Oktober 2026, 14:51
CIMB Niaga
Katadata/Fauza Syahputra
Ilustrasi PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Saham bank swasta asal Malaysia PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dikabarkan bakal menghapus pencatatan sahamnya atau delisting di Bursa Efek Indonesia (BEI). Induk usahanya, CIMB Group Holdings Bhd, tengah menjajaki opsi tersebut dan berencana berdiskusi dengan pihak regulator.

Katadata telah meminta konfirmasi kepada Direktur Utama CIMB Niaga Lani Darmawan terkait kabar itu. Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan yang diterima.

Mengutip laporan The Star, CIMB meningkatkan upaya untuk merealisasikan potensi delisting BNGA. CIMB Investment Bank Bhd (CIMB IB) menyebut langkah tersebut didasari pandangan bahwa saham CIMB Niaga masih dihargai di bawah nilai wajarnya (undervalued), sementara prospek jangka panjang Indonesia dinilai positif.

CIMB menilai CIMB Niaga memiliki keunggulan di sejumlah lini bisnis, termasuk pengelolaan kekayaan (wealth management), perbankan korporasi, layanan perbankan bagi nasabah kelas menengah atas (mass affluent), konektivitas ASEAN dan perbankan syariah.

CIMB IB menyebut terdapat tiga opsi yang masih dipertimbangkan untuk memenuhi ketentuan free float atau batas minimum saham yang beredar di publik. Opsi tersebut meliputi penempatan saham kepada investor strategis pada valuasi yang dapat diterima, penawaran umum perdana saham kembali (re-IPO) dan privatisasi.

Re-IPO dinilai kecil kemungkinannya dilakukan dalam kondisi pasar Indonesia saat ini. Karena itu, privatisasi disebut sebagai opsi yang lebih strategis dan realistis.

Menurut CIMB IB, delisting juga dapat dilakukan melalui skema yang memungkinkan pemegang saham minoritas tetap memiliki sebagian saham setelah perusahaan keluar dari bursa. CIMB mencontohkan, pengaturan kepemilikan minoritas yang pernah diterapkan di CIMB Thai dan CIMB Bank Malaysia.

Selain itu, CIMB mempertimbangkan keberlanjutan aliran dividen dari CIMB Niaga kepada induk usahanya. CIMB juga melihat peluang optimalisasi modal, mengingat rasio common equity tier 1 (CET1) CIMB Niaga mencapai 23%. Rasio tersebut berpotensi diarahkan ke level 20%, meskipun belum ada target resmi.

Sementara itu, MBSB Investment Bank Bhd menyebut CIMB menguasai 92,5% saham CIMB Niaga. Dengan begitu, porsi saham yang dimiliki publik atau free float CIMB Niaga sekitar 7,5%.

MBSB memperkirakan, jika CIMB Niaga diprivatisasi pada harga saham Rp 1.550 per saham, nilai pembelian saham yang diperlukan mencapai Rp 2,95 triliun atau RM 670 juta. Jika menggunakan premi 30% dari harga tersebut, nilai transaksi diperkirakan meningkat menjadi Rp 3,84 triliun atau RM 871 juta.

MBSB juga memperkirakan transaksi tersebut dapat menurunkan rasio CET1 CIMB sebesar 18–23 basis poin dari posisi terakhir 13,9%. Namun, penurunan diperkirakan lebih dekat ke batas bawah kisaran tersebut. Manajemen CIMB disebut akan mengutamakan penggunaan modal seminimal mungkin dan mengakumulasi saham secara bertahap dengan memanfaatkan peluang pasar.

Di tengah kabar tersebut, saham BNGA justru melonjak. Pada perdagangan intraday Rabu (21/10) pukul 14.16 WIB, saham BNGA melonjak 15,48% ke level Rp 1.800 per saham.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...