IHSG Sesi I Berbalik Menguat 1,7%, Saham Masuk HSC BREN dan BYAN jadi Penopang

Image title
22 Oktober 2026, 12:39
Pengunjung memantau layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan sesi I, Selasa (20/10) dibuka rebound dan menguat sebesar 88,4 poi
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz
Pengunjung memantau layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan sesi I, Selasa (20/10) dibuka rebound dan menguat sebesar 88,4 poin atau 1,4 persen ke posisi 5.027,9 setelah mengalami tekanan tajam selama tiga hari perdagangan sebelumnya.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada penutupan perdagangan sesi pertama Kamis (22/10). IHSG naik 1,70% atau 90,63 poin ke level 5.418,99 setelah sempat dibuka melemah pada awal perdagangan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 5.247,97. Setelah mengalami tekanan pada awal sesi, indeks berbalik arah dan bergerak ke zona hijau hingga penutupan sesi pertama.

Penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menguat 6,08% ke level Rp 10.900, sementara PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melonjak 7,41% ke level Rp 2.320. Meski masuk dalam daftar saham terkonsentrasi tinggi atau HSC kenaikan saham BYAN dan BREN saat ini masuk berpengaruh ke bobot IHSG. 

Saham perbankan pelat merah juga turut menopang pergerakan indeks. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 2,43% ke level Rp 3.790. Sebelumnya, saham BMRI, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turut mencatatkan penguatan, masing-masing sebesar 2,4%, 2,2%, dan 1,1%.

Meski IHSG menguat, tekanan jual masih membayangi mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia. Sebanyak 472 saham melemah, berbanding 212 saham yang menguat, sementara 105 saham bergerak stagnan.

Dari sisi saham pemberat indeks, PT Apollo Boga Interactive Tbk (BOGA) terkoreksi 6,33% ke level Rp 1.405. Saham PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) turun 2,81% ke level Rp 9.525. Adapun saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 0,47% ke level Rp 5.250.

Aktivitas perdagangan saham hingga akhir sesi pertama tercatat cukup ramai. Nilai transaksi mencapai Rp 9,191 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 18,90 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,086 juta kali, sementara kapitalisasi pasar mencapai Rp 9.567 triliun.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...