BEI Denda 62 Emiten yang Telat Laporan Keuangan Rp150 Juta, Ada BEBS hingga BTEL
Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham atau suspensi terhadap 62 perusahaan tercatat yang belum memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan interim per 30 Juni 2026. Emiten-emiten tersebut juga belum membayar denda atas keterlambatan penyampaian laporan keuangan sesuai ketentuan bursa.
Dalam pengumuman BEI tertanggal 30 Oktober 2026, bursa menyatakan telah memberikan Peringatan Tertulis III dan denda sebesar Rp 150 juta kepada perusahaan tercatat yang belum menyampaikan laporan keuangan interim tanpa disertai laporan akuntan publik. Selain itu surat juga dikirimkan lantaran emiten bersangkutan belum membayar denda keterlambatan sesuai batas waktu yang ditentukan.
Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Bursa Nomor I-H tentang Sanksi. Berdasarkan ketentuan II.6.4, BEI dapat melakukan suspensi apabila perusahaan tercatat belum memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan dan/atau pembayaran denda hingga hari kalender ke-91 setelah batas waktu penyampaian laporan terlewati.
Berdasarkan pemantauan bursa hingga 29 Oktober 2026, terdapat 62 perusahaan tercatat yang belum memenuhi kewajiban tersebut. Dari jumlah itu, 12 saham dikenakan suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, sedangkan 50 saham lainnya disuspensi di seluruh pasar.
Adapun 62 emiten yang terkena suspensi tersebut adalah sebagai berikut:
- ALTO – PT Tri Banyan Tirta Tbk
- ARKA – PT Arkha Jayanti Persada Tbk
- ARMY – PT Armidian Karyatama Tbk
- ARTI – PT Ratu Prabu Energi Tbk
- BEBS – PT Berkah Beton Sadaya Tbk
- BHAT – PT Bhakti Multi Artha Tbk
- BIKA – PT Binakarya Jaya Abadi Tbk
- BOSS – PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk
- BTEL – PT Bakrie Telecom Tbk
- CBMF – PT Cahaya Bintang Medan Tbk
- COAL – PT Black Diamond Resources Tbk
- COWL – PT Cowell Development Tbk
- CPRI – PT Capri Nusa Satu Properti Tbk
- DEAL – PT Dewata Freightinternational Tbk
- DUCK – PT Jaya Bersama Indo Tbk
- ENVY – PT Envy Technologies Indonesia Tbk
- ETWA – PT Eterindo Wahanatama Tbk
- GAMA – PT Aksara Global Development Tbk
- GOLL – PT Golden Plantation Tbk
- HITS – PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk
- HKMU – PT HK Metals Utama Tbk
- HOME – PT Hotel Mandarine Regency Tbk
- HOTL – PT Saraswati Griya Lestari Tbk
- INCF – PT Indo Komoditi Korpora Tbk
- INDX – PT Tanah Laut Tbk
- IPPE – PT Indo Pureco Pratama Tbk
- JMAS – PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk
- JSKY – PT Sky Energy Indonesia Tbk
- KAYU – PT Darmi Bersaudara Tbk
- KBRI – PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk
- LCGP – PT Eureka Prima Jakarta Tbk
- LCKM – PT LCK Global Kedaton Tbk
- LMAS – PT Limas Indonesia Makmur Tbk
- MABA – PT Marga Abhinaya Abadi Tbk
- MAGP – PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk
- MREI – PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk
- MTRA – PT Mitra Pemuda Tbk
- NUSA – PT Sinergi Megah Internusa Tbk
- PLAS – PT Polaris Investama Tbk
- PMMP – PT Panca Mitra Multiperdana Tbk
- POOL – PT Pool Advista Indonesia Tbk
- PTDU – PT Djasa Ubersakti Tbk
- PURE – PT Trinitan Metals and Minerals Tbk
- RAFI – PT Sari Kreasi Boga Tbk
- RIMO – PT Rimo International Lestari Tbk
- SBAT – PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk
- SIMA – PT Siwani Makmur Tbk
- SKYB – PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk
- SRIL – PT Sri Rejeki Isman Tbk
- SUGI – PT Sugih Energy Tbk
- SWAT – PT Sriwahana Adityakarta Tbk
- TAYS – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
- TDPM – PT Tianrong Chemicals Industry Tbk
- TECH – PT Indosterling Technomedia Tbk
- TELE – PT Omni Inovasi Indonesia Tbk
- TGRA – PT Terregra Asia Energy Tbk
- TOPS – PT Totalindo Eka Persada Tbk
- TOYS – PT Sunindo Adipersada Tbk
- TRAM – PT Trada Alam Minera Tbk
- TRIL – PT Trivira Insanlestari Tbk
- UNIT – PT Nusantara Inti Corpora Tbk
- ZBRA – PT Dosni Roha Indonesia Tbk
BEI menetapkan suspensi di seluruh pasar untuk 50 saham, yakni ARMY, ARTI, BIKA, BOSS, BTEL, CBMF, COAL, COWL, DEAL, DUCK, ENVY, ETWA, GAMA, GOLL, HITS, HKMU, HOME, HOTL, INCF, IPPE, JSKY, KAYU, KBRI, LCGP, LCKM, LMAS, MABA, MAGP, MTRA, NUSA, PLAS, POOL, PTDU, PURE, RIMO, SBAT, SIMA, SKYB, SRIL, SUGI, TDPM, TECH, TELE, TGRA, TOPS, TOYS, TRAM, TRIL, UNIT, dan ZBRA.
Sementara itu, 12 saham yang disuspensi di pasar reguler dan pasar tunai adalah ALTO, ARKA, BEBS, BHAT, CPRI, INDX, JMAS, MREI, PMMP, RAFI, SWAT, dan TAYS.
