Merger Bank BUMN Syariah Ditargetkan Tuntas Tahun Ini
KATADATA ? Proses penggabungan usaha atau merger bank syariah badan usaha milik negara (BUMN) diharapkan tuntas tahun ini. Menteri BUMN Rini M. Soemarno ditunjuk untuk memimpin proses merger tersebut.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan Kementerian BUMN untuk memuluskan proses penggabungan empat bank syariah milik negara tersebut.
Dia menyebutkan, Rini akan memimpin tim yang mengatur persoalan administratif terkait wacana merger bank syariah BUMN dan mengharapkan penggabungan bisa terealisasikan pada tahun ini.
?Pembicaraan sudah dimulai, leader-nya Menteri BUMN. Kami usahakan tahun ini bisa (merger),? ujar Muliaman saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (2/3).
Muliaman juga berharap pemerintah dapat menyuntikkan tambahan modal dalam proses merger tersebut. Ini agar Indonesia memiliki bank syariah yang memiliki modal kuat. ?Karena kalau (beroperasi) sendiri-sendiri sumbangsihnya ke perekonomian kita juga akan terbatas,? ujar dia.
Saat ini terdapat tiga bank syariah dan satu unit syariah yang dimiliki BUMN. Keempat bank syariah pelat merah tersebut adalah Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, BRI Syariah, dan unit syariah milik BTN.
Direktur Keuangan Bank Syariah Mandiri Agus Dwi Handaya mengatakan, siap untuk dimerger dengan bank syariah BUMN lainnya. Namun, hal itu tergantung keputusan pemerintah dan Bank Mandiri sebagai induk perusahaan. ?Kami punya perusahaan induk Bank Mandiri yang berpengalaman soal merger,? kata Agus.
Penggabungan tersebut diharapkan dapat memperkuat permodalan bank syariah, terutama dalam menghadapi persaingan likuiditas yang makin ketat.
Sebel;umnya Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Gatot Suwondo pun menyetujui rencana pemerintah menggabungkan bank syariah. ?Rencana merger BNI dan Bank Mandiri saya rasa tidak bakal terjadi. Kalau merger bank syariah saya dukung,? kata dia.
Meski begitu, dia menyampaikan perlunya kajian lebih mendalam terkait rencana ini. ?Kita lihat dulu kalau pun harus merger. Kita kaji lagi, aset kami kecil, tapi kualitas bank syariah kami oke,? tutur dia.
