WOM Finance Rilis Obligasi Rp 800 Miliar, Bunga Kisaran 4,25% - 6,3%
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 800 miliar. Adapun surat utang korporasi ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan IV WOM Finance dengan total target emisi sebesar Rp 5 triliun.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), obligasi ini akan diterbitkan dalam dua seri. Seri A memiliki jumlah pokok Rp 335 miliar, bunga 4,25% dan tenor 370 hari. Kemudian, Seri B memiliki jumlah pokok Rp 465 miliar dengan bunga 6,30% dan tenor tiga tahun sejak tanggal emisi.
Adapun, bunga obligasi ini dibayarkan setiap tiga bulan, di mana bunga obligasi pertama akan dibayarkan pada tanggal 8 Juli 2022. Bunga obligasi terakhir sekaligus pelunasan obligasi akan dibayarkan pada tanggal 18 April 2023 untuk Obligasi Seri A dan tanggal 8 April 2025 untuk Obligasi Seri B.
"Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan digunakan seluruhnya oleh perseroan untuk modal kerja pembiayaan," demikian tertulis dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (22/3).
Dalam rangka penerbitan obligasi ini, perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan atas surat utang jangka panjang dari PT Fitch Rating Indonesia (Fitch) yakni AA- (double A Minus).
Perseroan menjadwalkan masa penawaran umum obligasi pada 31 Maret - 5 April 2022. Periode penjatahan pada 6 April 2022. Lalu, Tanggal pengembalian uang pemesanan sekaligus menjadi tanggal distribusi obligasi secara elektronik dijadwalkan pada 8 April 2022. Kemudian, obligasi ini akan tercatat di BEI pada 11 April 2022.
Adapun, obligasi ini dijamin dengan jaminan fidusia berupa piutang, dengan jumlah sekurang-kurangnya 60% dari nilai pokok obligasi yang terutang. apabila nilai jaminan tersebut kurang dari yang dipersyaratkan, maka perseroan wajib memenuhinya dengan menyetor uang tunai (termasuk dalam bentuk deposito).
WOM Finance menunjuk PT BNI Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Maybank Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi. Sedangkan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat.
Berdasarkan laporan keuangan, per 31 Desember lalu, perseroan tercatat memiliki total aset sebesar Rp 5,15 triliun atau turun 2,50% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 5,28 triliun. Liabilitas juga tercatat turun menjadi Rp 3,81 triliun dari sebelumnya Rp 4,07 triliun, sementara ekuitas naik 9,91% menjadi Rp 1,33 triliun dari sebelumnya Rp 1,21 triliun.
Di samping itu, dengan gearing ratio 2,31 kali dan NPF bruto sebesar 1,42%. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 110,61 miliar atau tumbuh 92,77% dari sebelumnya sebesar Rp 57,37 miliar.
