Tips Sederhana Hindari Pinjol Ilegal

Sahistya Dhanesworo
Oleh Sahistya Dhanesworo - Tim Riset dan Publikasi
27 April 2022, 18:24
OJK dan SWI menghimbau masyarakat agar tak mudah tergiur tawaran manis dari pinjol ilegal.
Muhammad Zaenuddin|Katadata

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, pengaduan terkait pinjaman online (pinjol) selama 2019 – 2021, baik resmi maupun ilegal, mencapai 19.711 kasus. Masyarakat perlu membekali diri dengan literasi keuangan agar terhindar dari pengalaman buruk pinjol.

Hal demikian tentunya tidak terlepas dari fakta bahwa sebanyak 40 persen dari total kasus tersebut, atau setara 9.270 kasus dikategorikan sebagai pelanggaran berat. Sementara sejumlah 10.441 kasus lainnya termasuk dalam pelanggaran ringan atau sedang.

Advertisement

Lebih jauh, OJK mengungkapkan ada empat isu pelanggaran berat yang paling banyak diadukan korban. Pertama, pencairan dana tanpa persetujuan. Kedua, ancaman dan penyebaran data pribadi. Ketiga adalah teror, intimidasi, dan penagihan utang ke seluruh kontak korban. Keempat, kekerasan verbal dan pelecehan seksual dalam proses penagihan.

Menurut OJK, maraknya aktivitas pinjol ilegal, didorong oleh sejumlah faktor baik dari sisi pelaku dan sisi korban. Dari sisi pelaku, lantaran pembuatan aplikasi atau situs serta pengenalannya kepada publik begitu mudah. Faktor lain adalah penggunaan server luar negeri sehingga situs-situs yang ada sulit diberantas. 

Sementara itu, dari sisi korban, di antaranya terpengaruh rendahnya literasi serta sikap abai terhadap legalitas aplikasi atau situs pinjol . Faktor lain ialah desakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. 

Adapun, cara-cara sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghindari pinjaman online ilegal. Pertama, tidak mengklik tautan atau kontak apapun yang dikirimkan lewat kanal manapun dari akun atau kontak yang tidak terpercaya dan menawarkan pinjaman online. 

Halaman:
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement