Bos BRI: 2023 Tahun Ekspansi, Jangan Takut Minta Kredit ke Bank

 Zahwa Madjid
6 Maret 2023, 19:45
Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso menyampaikan sambutan sebelum penandatanganan nota kesepahaman di BRILiaN Center, Jakarta, Kamis (30/7/2020). Penandatanganan nota kesepahaman antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan PT Telko
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aww.
Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) optimistis tahun ini akan menjadi tahun ekspansi. Salah satu kunci penting yang akan dilakukan perseroan yaitu konsisten menyalurkan kredit ke masyarakat.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan faktor di balik menerapkan strategi ini yakni aktif mendukung program pemerintah dengan memberikan stimulus subsidi bunga kepada masyarakat. 

Strategi yang dinamakan bussiness follow stimulus itu telah diimplementasikan BRI sejak awal pandemi Covid-19 pada 2020 lalu.

“Sehingga dengan demikian, kreditnya tetap unggul, likuiditas masih sangat aman. Ternyata likuiditas yang aman itu berlanjut sampai sekarang," kata Sunarso.

"Terbukti bahwa LDR (Loan to Deposit Ratio atau rasio pinjaman terhadap simpanan) masih berada di kisaran 80%. Itulah situasi di tahun 2023 ini."

Sunarso pun mengatakan angka tersebut secara historis masih belum terindikasi masalah likuiditas di Indonesia. Di sisi lain, BRI akan tetap aktif melakukan ekspansi bisnis yang selektif dan hati-hati.

“Ini tahun ekspansi sebenarnya, sampai nanti memang ada LDR yang mencapai di atas 92%, baru kita mulai bagaimana dan ke mana kita akan cari likuiditas, apakah akan stop pertumbuhan atau akan menunggu dipasok likuiditas. Asal dipastikan ini bisa mendorong pertumbuhan,” kata Sunarso.

Kendati demikian, Sunarso menambahkan bahwa BBRI tetap memperhatikan risiko yang mungkin terjadi seperti inflasi. Oleh sebab itu, BRI tetap mengelola sebaik mungkin dinamika likuiditas di pasar. 

“Jadi yang penting menurut saya di 2023 ini, inflasi dikendalikan, pertumbuhan didorong dengan cara me-manage likuiditas di pasar, just right liquidity. Jadi jangan sampai kelebihan nanti menimbulkan inflasi, tapi jangan sampai kekurangan nanti akan menghambat pertumbuhan,” ujar Sunarso.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid dengan peluang resesi sebesar 3%, atau secara teoritis jauh dari batas maksimal yakni 20% menjadi salah satu alasan BBRI berani menerapkan strategi dengan memberi banyak kredit ke masyarakat.

Bank BRI pun optimis sistem perbankan di Indonesia juga akan mencatatkan kinerja solid terhadap semua tantangan yang ada. 

“Kita tetap optimis, dan perbankan kita juga solid. Karena itu pesan pertama, maka jangan khawatir untuk menaruh uangnya di bank. Tapi kemudian untuk mendorong pertumbuhan juga, jangan takut minta kredit di bank,” ucap Sunarso.

Sebagaimana diketahui, bank yang fokus pada pembiayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) membukukan perolehan laba bersih senilai Rp 51,40 triliun sepanjang tahun 2022 secara konsolidasi.

Bank BRI tercatat membukukan pendapatan bunga bersih senilai Rp 124,59 triliun, meningkat 9,20% dibanding perolehan yang sama pada tahun 2021 senilai Rp 114,09 triliun. Adapun, marjin bunga bersih BRI tercatat tumbuh 6,80% secara tahunan. 

Dari sisi penyaluran kredit, BRI telah mengucurkan senilai Rp 1.139,08 triliun. Porsi terbesar di segmen UMKM senilai Rp 965,30 triliun atau setara 84,74% dari portofolio kredit. Adapun, kredit mikro BRI mencatatkan pertumbuhan sebesar 13,92% secara tahunan.

Di tahun ini, BRI menargetkan kreditnya akan tumbuh di kisaran 10% sampai dengan 12%. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Zahwa Madjid

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...