Transaksi ETF Bitcoin Sentuh US$4,6 Miliar di Hari Pertama

Hari Widowati
12 Januari 2024, 08:02
Ilustrasi bitcoin
Katadata
Menurut data LSEG, reksa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) bitcoin yang terdaftar di Amerika Serikat (AS) mencatatkan transaksi senilai $4,6 miliar hingga Kamis (11/1) sore.
Button AI Summarize

Menurut data LSEG, reksa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) bitcoin yang terdaftar di Amerika Serikat (AS) mencatatkan transaksi senilai $4,6 miliar hingga Kamis (11/1) sore.

Produk ini menandai momen penting bagi industri mata uang kripto yang akan menguji apakah aset digital - yang masih dianggap berisiko oleh banyak profesional - dapat diterima secara lebih luas sebagai investasi.

Sebelas ETF bitcoin spot - termasuk iShares Bitcoin Trust (IBIT.O) milik BlackRock, Grayscale Bitcoin Trust (GBTC.P), dan ARK 21Shares Bitcoin ETF (ARKB.Z) - mulai diperdagangkan pada Kamis (11/1) pagi. Kesebelas ETF bitcoin ini bersaing ketat untuk memperebutkan pangsa pasar.

Data LSEG menunjukkan Grayscale, BlackRock, dan Fidelity mendominasi volume perdagangan. "Volume perdagangan relatif kuat untuk produk ETF baru tetapi ini perlombaan yang lebih panjang dari sekadar perdagangan satu hari," kata Todd Rosenbluth, ahli strategi di VettaFi, seperti dikutip Reuters.

Lampu hijau dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk produk ini akhirnya datang, pada Rabu (10/1). Beberapa eksekutif menyebut bitcoin sebagai investasi berisiko tinggi, dan Vanguard - penyedia reksa dana terbesar - mengatakan tidak memiliki rencana untuk menyediakan ETF bitcoin spot baru di platformnya untuk klien pialangnya.

SEC sebelumnya menolak semua ETF bitcoin spot karena masalah perlindungan investor. Ketua SEC Gary Gensler mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa persetujuan tersebut bukanlah dukungan terhadap bitcoin. Gensler menyebut bitcoin sebagai "aset spekulatif yang mudah berubah".

Peluncuran ETF mengangkat harga bitcoin ke level tertinggi sejak Desember 2021. Terakhir naik 0,77% pada US$ 46.303. Sementara itu, harga ether, mata uang kripto terbesar kedua, naik 2,79% ke level US$ 2.597,95.

Persaingan untuk Merebut Pangsa Pasar

Persetujuan SEC terhadap ETF bitcoin memicu persaingan ketat untuk memperebutkan pangsa pasar di antara para penerbit. Beberapa di antaranya memangkas biaya produk mereka jauh di bawah standar industri ETF AS.

Biaya transaksi pada ETF bitcoin baru berkisar antara 0,2% hingga 1,5%. Banyak perusahaan juga menawarkan untuk membebaskan biaya sepenuhnya untuk periode tertentu atau untuk volume aset dolar tertentu. Setelah ETF-nya mulai diperdagangkan, Valkyrie memotong biaya transaksi untuk kedua kalinya menjadi 0,25% dan membebaskan biaya tersebut selama tiga bulan pertama.

Grayscale mendapatkan persetujuan SEC untuk mengubah trust bitcoin menjadi ETF, pada Kamis (11/1). Dalam semalam, Grayscale menciptakan ETF bitcoin terbesar di dunia dengan nilai aset yang dikelola lebih dari US$28 miliar.

Prediksi para analis mengenai berapa banyak dana yang akan masuk ke ETF bitcoin spot sangat bervariasi. Analis di Bernstein memperkirakan bahwa arus masuk akan meningkat secara bertahap hingga melewati US$10 miliar pada tahun 2024. Sementara itu, analis Standard Chartered mengatakan bahwa ETF dapat menarik dana US$50 miliar hingga US$100 miliar tahun ini saja. Analis lain mengatakan arus masuk bisa mencapai US$55 miliar selama lima tahun.

Ketika ETF bitcoin mulai diperdagangkan, para pelaku pasar mengamati dengan seksama bid-ask spread: selisih antara harga yang harus dibayar oleh trader untuk membeli ETF dan harga yang dapat dijual. ETF dengan spread yang lebih sempit biasanya dipandang lebih diminati.

Beberapa analis memperingatkan bahwa euforia seputar persetujuan tersebut mungkin terlalu dini. Komunitas investasi yang lebih luas masih memandang mata uang kripto sebagai sesuatu yang berisiko, dengan skandal seperti meledaknya bursa kripto FTX pada tahun 2022 menambah kewaspadaan para investor.

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...