Pemerintah akan Prioritaskan Masyarakat Miskin Jadi Pekerja Dapur MBG
Pemerintah akan memprioritaskan masyarakat miskin dan miskin ekstrem untuk menjadi pekerja di dapur Satuan Layanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan hal tersebut menjadi program pengentasan kemiskinan pada paruh kedua ini.
Karena itu, Airlangga mengaku telah merumuskan persiapan agar jumlah dapur SPPG pada bulan depan dapat menjadi 8.000 unit. Hingga bulan lalu, penciptaan lapangan kerja dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga tahun lalu mencapai 72.521 orang dalam 1.863 unit SPPG.
"Untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem salah satu programnya adalah memprioritaskan masyarakat dengna pendapatan desil I dan desil II sebagai pekerja baru dalam program MBG," kata Airlangga di kantornya, Jumat (25/7).
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mencatat baru sekitar 6,7 juta anak yang sudah mendapat makan bergizi gratis. Namun, ia berkomitmen untuk mempercepat pemerataan program dan menargetkan semua anak bisa menerima makan bergizi gratis pada akhir tahun ini.
Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya telah mengumumkan langkah percepatan distribusi Makan Bergizi Gratis kepada 82,9 juta penerima akan mulai berjalan Desember tahun ini. Awalnya, angka ini merupakan target jangka panjang yakni sampai 2029.
Karena itu, Prabowo mengakui masih banyak anak Indonesia yang belum menerima MBG. Ia mendapati hal tersebut saat bertemu langsung dengan anak-anak sekolah yang menanyakan kapan mereka mendapatkan makan bergizi gratis.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, termin operasional resmi distribusi MBG dalam skala penuh akan dimulai sekitar akhir November atau awal Desember 2025. Dadan menyampaikan, 82,9 juta penerima akan mulai mendapatkan MBG secara serentak.
“Kami tidak mampu memberi lebih cepat karena ada peraturan, ada ketentuan dan sebagainya. Tapi Insyaallah akhir tahun ini seluruh anak-anak Indonesia bisa dapat makan bergizi,” ujar Prabowo.
Dadan menekankan, perluasan sasaran penerima MBG juga menyasar kepada siswa-siswi Sekolah Rakyat. Para murid Sekolah Rakyat mendapatkan tiga kali MBG per hari dalam tujuh hari seminggu. "Sekolah Rakyat menjadi sasaran dengan MBG tiga kali sehari dan tujuh hari dalam seminggu," ujar Dadan.
Dadan sebelumnya telah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 50 triliun kepada Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar program Makan Bergizi Gratis dapat mencapai target bagi 82,9 juta jiwa hingga Desember 2025.
Saat ini, pemerintah menganggarkan program MBG 2025 sebesar Rp 71 triliun. Namun, dana tersebut diperkirakan habis terpakai sekitar Oktober-November 2025. Dadan menyampaikan, alokasi dana eksisting tahun ini senilai Rp 71 triliun hanya mampu memenuhi kebutuhan MBG untuk 17,5 juta penerima.
