Rupiah Berpeluang Menguat di Tengah Peluang Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Pergerakan nilai tukar rupiah diperkirakan akan melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, Kamis (7/8). Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan ini didukung meningkatnya prospek pemangkasan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat.
“Rupiah diperkirakan berpotensi menguat terhadap dolar AS yang masih melanjutkan pelemahan di tengah meningkatnya prospek pemangkasan suku bunga oleh The Fed,” kata Lukman kepada Katadata.co.id, Kamis (7/8).
Lukman menjelaskan, peluang tersebut muncul setelah pernyataan dovish pejabat The Fed Mary Daly. Selain itu dari sisi domestik juga investor menantikan data cadangan devisa Indonesia yang akan dirilis hari ini.
“Rupiah akan berada di level Rp 16.300 per dolar AS hingga Rp 16.400 per dolar AS hari ini,” ujar Lukman.
Berdasarkan data Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka menguat pada level Rp 16.310 per dolar AS. Level ini menguat 51 poin atau 0,31% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana juga memproyeksikan hal yang sama. Fikri memprediksi rupiah masih akan menguat terhadap dolar AS dalam perdagangan hari ini.
“Harapannya terapresiasi ke angka Rp 16.280 per dolar AS hingga Rp 16.380 per dolar AS,” kata Fikri.
Fikri mengatakan ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi pergerakan rupiah hari ini. Pertama, adanya kemungkinan Presiden AS Donald Trump yang akan menunjuk pengganti salah satu gubernur The Fed Adriana Kugler yang diharapkan memiliki stance dovish.
Selain itu, Fikri menyebut saat ini masih ada kekhawatiran meningkatnya tensi perang dagang setelah AS mengenakan tarif tambahan 25% untuk India. Belum lagi juga kemungkinan pemberian sanksi AS terhadap Rusia dan tarif impor 100% untuk produk semi konduktor.
