Wall Street Bergejolak Pasca Sektor Teknologi AS Anjlok

Nur Hana Putri Nabila
20 Agustus 2025, 06:05
Wall Street
Wall Street
Wall Street
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (19/8) akibat anjloknya sektor teknologi usai saham Nvidia dan sejumlah produsen chip besar turun.

S&P 500 turun 0,59% ke level 6.411,37 dan Nasdaq Composite melemah 1,46% ke 21.314,95. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average naik tipis 10,45 poin atau 0,02% ke 44.922,27 dan sempat mencetak rekor tertinggi intraday berkat lonjakan saham Home Depot.

 Di samping itu saham-saham teknologi berkapitalisasi besar merosot. Nvidia turun 3,5%, AMD terkoreksi 5,4%, dan Broadcom tergelincir 3,6%.

Saham Palantir anjlok lebih dari 9% dan menjadi yang terburuk di S&P 500. Sementara Tesla, Meta, dan Netflix juga ikut tertekan.

Kepala investasi Lincoln Financial, Jayson Bronchetti, menilai transaksi terkait AI tidak turun signifikan, melainkan tengah memasuki fase jeda setelah lonjakan Nasdaq lebih dari 40% sejak April. Ia menganggap ini wajar karena pasar sedang menyesuaikan diri dengan data ekonomi terbaru dan kebijakan The Fed yang diantisipasi. 

Bronchetti menilai modal investor mulai bergeser ke perusahaan di berbagai sektor yang bisa memanfaatkan teknologi AI. Menurutnya, pergeseran ini dapat menjadi dasar pertumbuhan pasar yang lebih stabil dan berkelanjutan.

“Meskipun fluktuasi jangka pendek kemungkinan terjadi,” kata Bronchetti, dikutip CNBC, Rabu (20/8).

Lalu saham Home Depot naik 3% setelah mempertahankan proyeksi tahunannya, meskipun laba kuartal kedua berada di bawah perkiraan. Investor kini menunggu laporan kinerja dari Lowe’s, Targetm dan Walmart akhir pekan ini untuk melihat kondisi konsumen di tengah ketidakpastian inflasi dan kebijakan perdagangan AS.

Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell dalam simposium tahunan di Jackson Hole, Wyoming, pekan ini. Berdasarkan data CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang sebesar 85% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September mendatang.

Mitra pendiri Pioneer Financial, Stephen Schwartz, menilai pidato Powell berpotensi menjadi titik balik pasar dengan memberi sinyal pemangkasan suku bunga. Menurutnya pasar masih punya ruang untuk tumbuh pada paruh kedua 2025, seiring investor mulai memperhitungkan proyeksi laba 2026 yang diperkirakan membaik dengan ekspektasi suku bunga lebih rendah dan kebijakan tarif yang lebih jelas.

“Yang diperkirakan akan membaik berkat potensi suku bunga yang lebih rendah dan kejelasan kebijakan tarif yang lebih baik,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...