Pembiayaan Motor Masih Laris di Tengah Anjloknya Penjualan Mobil, Mengapa?

Andi M. Arief
23 September 2025, 20:36
pembiayaan, penjualan motor, motor, mobil
ANTARA FOTO/Makna Zaezar/YU
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Federal International Finance atau FIF Group menyatakan performa industri pembiayaan kini ditopang pembelian sepeda motor. Pembiayaan pembelian sepeda motor masih menunjukkan kinerja positif di tengah menurunnya penjualan mobil akibat lesunya daya beli. 

Direktur FIF Group Daniel Hartono menjelaskan, performa industri pembiayaan pada Januari-Juni 2025 turun tipis 0,75% secara tahunan menjadi Rp 264 triliun. Namun, penurunan penyaluran pembiayaan ini masih tertahan oleh kinerja pembiayaan sepeda motor naik 1,9% menjadi Rp 58,3 triliun.

"Alasan tetap tumbuhnya performa pembiayaan sepeda motor disebabkan sepeda motor memiliki karakter mobilitas yang cocok dengan konsumen domestik," kata Direktur FIF Group, Daniel Hartono dalam Astra Media Day, Selasa (23/9).

Daniel mencatat, pembiayaan sepeda motor di FIF naik 8,2% secara tahunan pada paruh pertama tahun ini menjadi Rp 22,8 triliun. Angka tersebut setara dengan 96,2% total pembiayaan FIF pada periode tersebut yang mencapai Rp 23,7 triliun.

Ia pun menargetkan pembiayaan pembelian sepeda motor pada  tahun ini naik 4,7% secara tahunan pada akhir 2025 menjadi Rp 49,6 triliun. Menurutnya, pertumbuhan motor masih akan didorong oleh sejumlah faktor. Salah satunya, belum meratanya infrastruktur konektivitas di dalam negeri.

Daniel menilai, sepeda motor kini menjadi pilihan alternatif mobilitas untuk masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam lokasi pembiayaan sepeda motor kini mulai bergeser ke luar Pulau Jawa.

Ia mengatakan, pembiayaan di Pulau Jawa umumnya berkontribusi hingga 60% dari total pembiayaan sepeda motor. Namun angka tersebut kini berkurang menjadi 53% di Pulau Jawa dan 47% di luar Pulau Jawa.

"Jadi, pembiayaan sepeda motor saat ini mengikuti pusat pertumbuhan ekonomi di luas Pulau Jawa yang pendorongnya berbeda, seperti pertanian, perkebunan, dan pertambangan," ujarnya.

Daniel mencatat, ada tiga alasan terpopuler dalam survei yang dilakukan kantornya sepanjang tahun ini. Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan kondisi infrastruktur konektivitas nasional yang belum merata.

Ia mencatat alasan utama konsumen lokal membeli sepeda motor adalah untuk keperluan produktif, seperti, pergi ke tempat kerja. Adapun alasan kedua adalah untuk mengantar anak ke sekolah.

"Alasan ketiga adalah untuk liburan, tapi liburan mereka adalah pergi ke ritel modern seperti Indomaret atau Alfamart. Ternyata, alasan itu mendorong orang beli motor," kata

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...